Dulu, penyakit jantung identik dengan orang tua. Namun, kini generasi muda justru menjadi kelompok baru yang mulai terancam. Foto: Ilustrasi/shutterstock
SUMEDANG, (ERAKINI) – Seorang calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan XXXVI bernama Maulana Izzat Nurhadi, asal Maluku Utara, meninggal dunia usai mengikuti apel pendidikan dasar pada Rabu (8/10) malam. IPDN memastikan bahwa Maulana meninggal dunia akibat henti jantung ().
“Pada saat lemas masih kita tangani. Kemudian ketika tidak membaik segera kita kirim ke Rumah Sakit Unpad dan dinyatakan meninggal pada Rabu pukul 23.00 WIB,” ujar Wakil Rektor Bidang Administrasi IPDN, Arief M Edie, di Sumedang, Jumat (10/10), dikutip dari Antara.
Dulu, penyakit jantung identik dengan orang tua. Namun, kini generasi muda justru menjadi kelompok baru yang mulai terancam. Serangan jantung tidak lagi menunggu uban tiba. Serangan jantung bisa datang lebih cepat. Bahkan, seseorang yang masih berusia 20-an pun bisa terkena serangan jantung, seperti yang dialami Maulana Izzat.
Banyak anak muda yang merasa tubuhnya masih kuat, penuh energi, dan tidak mungkin terkena penyakit berat. Perasaan ini membuat mereka mengabaikan tanda-tanda awal yang sebenarnya bisa menjadi sinyal bahaya. Dikutip dari laman resmi kemkes.go.id, Jumat (10/10/2025), catatan medis menunjukkan peningkatan kasus serangan jantung di usia 20 hingga 40 tahun.
Yang mengerikan, gejala serangan jantung pada usia muda sering kali tidak terlihat dramatis. Rasa tidak nyaman di dada, nyeri ringan di lengan kiri, napas terasa pendek, atau mual, semua itu bisa dianggap biasa saja.
Banyak yang menyangka hanya masuk angin atau kelelahan. Saat akhirnya dibawa ke rumah sakit, kondisi sudah memburuk dan waktu emas untuk penyelamatan terlewatkan. Ada berbagai penyebab serangan jantung di usia muda yang perlu diwaspadai, mulai dari kondisi kesehatan tertentu, gaya hidup, hingga riwayat keluarga.
1. Tekanan Darah Tinggi
Hipertensi bisa terjadi di usia muda karena pola makan yang tidak sehat, seperti terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi garam dan tinggi lemak. Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan otot jantung ventrikel kiri Anda menebal (hipertrofi ventrikel kiri) dan meningkatkan risiko serangan jantung di usia muda.
2. Kolesterol Tinggi
Banyaknya makanan cepat saji dan makanan olahan yang tinggi lemak jenuh dan garam di pasaran, ditambah dengan pola hidup yang kurang aktif bergerak menjadikan kolesterol tinggi tidak jarang ditemui di kalangan muda dewasa ini.
Kadar kolesterol tinggi dalam darah dapat menyebabkan penumpukan plak di dinding arteri, termasuk di dinding arteri koroner yang bertugas memasok darah ke jantung. Hal ini dapat menyebabkan pasokan darah ke jantung menjadi berkurang. Kondisi ini pada akhirnya dapat mengakibatkan serangan jantung di usia muda.
3. Diabetes
Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah dan juga sel-sel saraf di seluruh tubuh, termasuk di jantung. Hal ini dapat menyebabkan otot-otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah dalam jumlah yang seharusnya, sehingga berisiko terkena serangan jantung di usia muda.
Umumnya, penyebab orang terkena diabetes di usia muda adalah resistensi insulin. Ini adalah kondisi ketika respons sel-sel tubuh terhadap insulin terganggu, sehingga sel-sel tidak dapat menggunakan gula darah dengan baik.
4. Merokok
Merokok, baik aktif maupun pasif, dapat menyebabkan terkena serangan jantung di usia muda. Kandungan nikotin dalam rokok bisa meningkatkan tekanan darah, mempercepat detak jantung, memicu penumpukan plak pada dinding arteri koroner, dan mengurangi asupan oksigen jantung. Hal-hal ini pada akhirnya dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung di usia muda.
5. Stres
Stres dapat terjadi pada siapa saja, tanpa melihat usia. Saat stres, seseorang akan cenderung mengabaikan kesehatan tubuh, seperti kurang tidur, kurang berolahraga, dan mengonsumsi makanan yang tidak sehat.
Selain itu, stres juga dapat memicu peningkatan tekananan darah dan menurunkan kolesterol baik yang berfungsi untuk menjaga kesehatan jantung. Kombinasi gaya hidup kondisi tubuh yang kualitasnya menurun karena stres dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung di usia muda.
6. Gaya Hidup dan Teknologi
Maraknya media sosial dan teknologi dewasa ini secara tidak langsung bisa meningkatkan terkena serangan jantung di usia muda. Misalnya, saat sedang tenggelam dalam media sosial media, seseorang bisa melupakan waktu olahraga, bahkan cenderung mengabaikan waktu untuk beristirahat.
Selain itu, adanya teknologi, seperti ojek online, lift, dan eskalator juga cenderung membuat generasi yang lebih muda menjadi malas untuk berjalan. Hal ini bisa memicu terjadinya sindrom metabolik, yang juga merupakan salah satu pemicu serangan jantung.
7. Faktor Genetik
Ada banyak penyakit yang bisa diturunkan di keluarga, seperti diabetes tipe 1, trombofilia, hiperkolesterolemia, hipertensi, dan sindrom antifosfolipid.
Semuanya dapat membuat seseorang berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner sejak muda. Jika penyakit-penyakit ini tidak dikendalikan, risiko terjadinya serangan jantung juga akan meningkat.
Mencegah Serangan Jantung di Usia Muda
Cara Mencegah Serangan Jantung di Usia Muda
Setelah memahami penyebabnya, berikut langkah-langkah sederhana untuk mencegah serangan jantung sejak dini:
1. Jaga pola makan sehat dan seimbang.
2. Rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari.
3. Hindari rokok dan asap rokok.
4. Kelola stres dengan baik dan hindari begadang.
5. Pertahankan berat badan ideal.
6. Cek tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah secara berkala.