Ilustrasi foto wanita sedang berbincang dengan sesama rekan kerja (iStockphoto)
JAKARTA, (ERAKINI) - Istilah tidak enakan atau people pleaseryaitu pribadi yang sulit menolak permintaan orang lain kini semakin sering disematkan kepada mereka yang terlalu mengutamakan orang lain hingga mengorbankan diri sendiri.
Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Smita Dinakaramani, mengingatkan bahwa sikap ini jika terus berlangsung bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental maupun relasi sosial seseorang.
“People pleaser itu membantu dengan motif untuk menyenangkan orang lain, bahkan jika itu merugikan dirinya sendiri,” ujar Smita dilansir dari situs resmi UGM, Kamis (24/7/2025).
Menurutnya, ciri utama dari people pleaser adalah menomorsatukan kepentingan dan perasaan orang lain dibandingkan diri sendiri. Mereka cenderung takut menolak, mudah merasa bersalah, sering meminta maaf, hingga berusaha tampil sempurna agar disukai.
“Ciri lainnya adalah mereka takut konflik, merasa cemas jika tidak disetujui, dan sangat menginginkan validasi dari orang lain,” imbuh dosen Fakultas Psikologi UGM itu.
Smita menyebut, penyebab seseorang menjadi people pleaser bisa berasal dari kepercayaan diri yang rendah, ketakutan terhadap konflik, hingga tekanan budaya yang menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan individu.
“Orang dengan self esteem rendah merasa berguna kalau bilang ‘ya’, dan merasa buruk jika menolak,” tuturnya.
Jika berlangsung terus menerus, sikap ini bisa menyebabkan kelelahan fisik dan mental, kehilangan jati diri (lost sense of self), hingga munculnya tekanan batin karena tak bisa menjadi diri sendiri.
Berikut Tips untuk Berhenti Jadi Orang yang Tidak Enakan
6. Belajar berkata tidak
Menolak permintaan yang tidak sesuai bukan berarti jahat. Sampaikan dengan empati dan alasan yang jelas.
Sebagai contoh, jika diminta lembur hingga larut malam, seseorang bisa berkata, “Saya keberatan lembur sampai jam 9 malam karena harus mengurus keluarga, bagaimana kalau saya bantu sampai jam 6 saja?”
Jika berbagai cara tersebut masih belum berhasil dan sifat people pleaser sudah mengganggu keseharian, Smita menyarankan agar segera berkonsultasi dengan tenaga profesional.
“Jangan ragu meminta bantuan ahli jika hal ini sudah mengganggu ketenangan jiwa dan relasi sosial,” pungkasnya.