Rekomendasi Desa Wisata di Jogja yang Cocok Dikunjungi Bersama Keluarga saat Liburan
Akhmad Baihaqi Arsyad
YOGYAKARTA, (ERAKINI) – Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak hanya dikenal sebagai pusat kebudayaan dan pendidikan, tetapi juga menjadi magnet pariwisata yang kaya akan keunikan.
Selain destinasi ikonik seperti Malioboro atau Keraton, Jogja juga menyimpan pesona desa-desa wisata yang ideal dikunjungi bersama keluarga saat berlibur. Desa-desa wisata seperti Widosari, Srimulyo, dan Nglanggeran adalah contoh sempurna bagaimana potensi lokal dikembangkan menjadi magnet wisata yang edukatif, alami, dan penuh nilai budaya.
Untuk liburan keluarga yang lebih bermakna, destinasi-destinasi berikut ini bisa jadi pilihan utama para wisatawan.
Berikut adalah beberapa desa wisata unggulan di Jogja yang cocok dikunjungi bersama keluarga saat liburan, dirangkum Erakini, Minggu (8/6/2025)!
1. Desa Wisata Widosari, Kulon Progo
(Surga Alam Pegunungan dengan Sentuhan Budaya dan Edukasi)
Terletak di Kalurahan Ngargosari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Desa Wisata Widosari berada di ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut, menawarkan suasana sejuk dengan lanskap alam yang menakjubkan. Desa ini pernah masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) pada 2022 berkat ragam atraksi dan komitmennya terhadap wisata berkelanjutan.
Daya Tarik Utama:
Daya tarik utama dari desa wisata ini adalah Puncak Widosari. Ini menjadi ikon utama desa ini berupa batu purba besar yang menyerupai wajah manusia. Spot ini ideal untuk menyaksikan sunrise dengan latar Gunung Merapi, Sindoro, dan Sumbing. Pengelola juga menyediakan paket yoga dan meditasi di puncak ini.
Selain itu ada Kebun Teh Kemadon yang merupakan hamparan kebun teh dengan pola terasering yang estetik, cocok untuk relaksasi dan fotografi. Ada pula Puncak Proman yang bisa menjadi lokasi favorit untuk menikmati matahari terbit di antara perbukitan yang asri.
Wisata Edukasi dan Kreatif
Rajendra Farm menjadi salah satu wisata edukasi kreatif, sebuah tempat edukasi peternakan domba, lengkap dengan praktik pembuatan pupuk organik dan sajian khas berbahan dasar domba seperti tongseng dan kambing guling.
Ada juga Cip Jangel, paket wisata edukatif berbasis pengolahan limbah tongkol jagung. Pengunjung diajak berkreasi membuat produk seperti sandal, kerajinan hias, dan aksesori fungsional, sekaligus mempelajari nilai ekonomi dari daur ulang.
Atraksi Budaya
Ritual Tradisional seperti Merti Desa, Nyadran, dan Kenduri rutin digelar sebagai wujud syukur warga, dilengkapi pertunjukan seni lokal. Ada juga Seni Pertunjukan, Tersedia pengalaman menonton atau belajar seni seperti tari Bangilun, Jathilan, Cokekan, dan Wayang Kulit.
Fasilitas dan Akomodasi
Widosari menyediakan homestay dan program "Live In" yang memungkinkan wisatawan tinggal langsung bersama warga. Sarana penunjang seperti toilet, mushola, tempat makan, area parkir, dan spot selfie juga tersedia.
2. Desa Wisata Srimulyo, Bantul
(Oasis Hijau di Antara Dua Sungai, Kaya Alam dan Budaya)
Dijuluki ‘Dewi Mulia’, Desa Wisata Srimulyo terletak di Kalurahan Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul. Berada di ketinggian 110 meter dengan suhu rata-rata 23–24°C, desa ini dikelilingi dua sungai besar: Sungai Opak dan Gawe, menciptakan suasana alami yang menyegarkan.
Spot Unggulan
Bukit Bintang & Watu Amben menjadi spot unggulan yang mana lokasinya iikonik dengan panorama Jogja dari ketinggian. Selain itu, ada juga Pasar Kebon Empring yang merupakan Pasar kreatif dengan produk UMKM lokal. Gerbang Banyu Langit juga bisa menjadi tempat foto favorit dengan latar pemandangan eksotis.
Kemudian, spot lainnya yaitu Bukit Tompak & Tinatar yang merupakan dua bukit yang menawarkan pemandangan alami luar biasa. Sendang Hargolawu yang menjadi sumber mata air alami yang segar, bersih dan Taman Nggirli atau area hijau untuk bersantai bersama keluarga menjadi pelengkap desa wisata ini.
Kekayaan Budaya
Ada tradisi Kupatan Jolosutro yang menjadi perayaan syawalan khas warga Srimulyo. Kesenian Lokal berupa pertunjukan Jathilan, Emprak, Gejog Lesung, Macapat, hingga ritual adat seperti Ruwahan dan Kenduri Sedekahan menambah daya tarik desa ini.
Fasilitas Modern
Srimulyo dilengkapi dengan area parkir luas, balai pertemuan dan warung kopi, spot foto menarik, taman bermain dan arena outbound, toilet umum, mushola, area kuliner serta jaringan internet di beberapa titik
Pada 2021, Srimulyo dinobatkan sebagai “Smart Village” oleh Menteri Desa. Selain itu, pada 2024 desa ini juga mendapat status “Desa Cantik” dari BPS Bantul atas upaya memadukan data digital dalam pembangunan desa.
3. Desa Wisata Nglanggeran, Gunungkidul
(Kampung Wisata Dunia yang Tersembunyi di Gunung Api Purba)
Berjarak sekitar satu jam perjalanan dari pusat Kota Yogyakarta, Desa Wisata Nglanggeran berada di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Desa ini menawarkan lanskap menawan dengan daya tarik geologi dan kearifan lokal yang terjaga.
Daya Pikat Utama
Gunung Api Purba menjadi daya pikat utama desa wisata ini di mana formasi batuan kuno ini jadi spot favorit pendakian ringan sambil menikmati sunrise dan sunset. Kemudian, Embung Nglanggeran yang merupakan waduk buatan di dataran tinggi yang menawarkan panorama indah dan cocok untuk bersantai.
Penghargaan Prestisius
Nglanggeran mendapat pengakuan internasional sebagai Desa Wisata Terbaik Dunia dari UNWTO pada 2021. Di tingkat nasional, desa ini termasuk dalam 7 besar Desa Mandiri Inspiratif versi ADWI 2021.
Konsep Pemberdayaan Lokal
Dengan pendekatan Community-Based Tourism (CBT), warga terlibat langsung dalam mengelola sektor pariwisata. Sejak 1999, desa ini berkembang menjadi contoh desa wisata yang berkelanjutan.
Aktivitas Menarik
- Mendaki gunung api purba,
- Glamping di Kedung Kandang,
- Wisata budaya di Kampung Pitu,
- Interaksi dengan penduduk lokal dan belajar tradisi mereka
Kuliner dan Penginapan
Wisatawan bisa menikmati menu lokal seperti gudeg dan oseng mercon di warung desa, serta menginap di homestay atau tenda glamping yang nyaman.


















