Sebuah studi internasional terbaru yang melibatkan hampir 300.000 anak dari berbagai negara, mengungkapkan bahaya mengerikan terlalu lama bermain ponsel (HP). Foto: Ilustrasi/Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Sebuah studi terbaru yang melibatkan hampir 300.000 anak dari berbagai negara, mengungkapkan bahaya mengerikan pada anak jika terlalu lama bermain ponsel (HP). Anak-anak yang menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar berisiko lebih tinggi mengalami dan sosial, termasuk agresi, kecemasan, dan rendahnya rasa percaya diri.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal *Psychological Bulletin* pada Senin (9/6) itu menganalisis hampir 300.000 anak dari seluruh dunia dan menemukan adanya hubungan dua arah antara durasi penggunaan layar dan kondisi emosional anak.
Anak-anak yang lebih sering menggunakan perangkat seperti televisi, tablet, komputer, dan konsol gim, lebih rentan mengalami masalah emosional di kemudian hari. Sebaliknya, anak-anak yang telah lebih dulu mengalami gangguan sosial atau emosional, juga cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar.
Salah satu temuan penting dari studi ini menunjukkan bahwa waktu bermain gim di konsol sangat berkaitan dengan peningkatan risiko masalah emosional. Namun, bukan berarti jenis gim tertentu, termasuk gim kekerasan, secara langsung menjadi penyebab utama.
“Alih-alih merinci jenis gim, kami menyimpulkan bahwa mayoritas adalah gim konsol, komputer, dan seluler,” ujar Dr Michael Noetel, salah satu penulis studi dan dosen psikologi dari University of Queensland, Australia, dilansir ABC News, Kamis (12/6/2025).
Ia menambahkan bahwa meskipun beberapa studi mencoba membedakan gim berdasarkan tingkat kekerasannya, kebanyakan orang tua secara naluriah sudah membatasi konten kekerasan bagi anak-anak di bawah usia 10 tahun.
“Yang paling menonjol justru temuan bahwa bermain gim secara umum, terlepas dari jenisnya, lebih berkaitan dengan gangguan emosional dibandingkan aktivitas layar lainnya, seperti menonton TV atau menggunakan aplikasi edukatif,” jelas Noetel.
Studi ini merupakan salah satu yang terbesar dalam bidangnya, mencakup 117 studi jangka panjang dari tahun 1972 hingga 2024. Dengan memusatkan perhatian pada anak-anak usia 10 tahun ke bawah dan melacak perkembangan mereka dari waktu ke waktu, para peneliti mampu lebih jelas melihat hubungan sebab-akibat antara penggunaan layar dan kondisi psikologis anak.
Rekomendasi dari Akademi Pediatri Amerika menyarankan agar anak-anak usia 2–5 tahun hanya diberi waktu layar maksimal satu jam per hari di hari kerja dan tiga jam di akhir pekan.
Anak-anak yang melampaui batas tersebut terbukti lebih rentan mengalami gangguan sosial dan emosional dibandingkan mereka yang berada dalam batas aman.
“Lebih dari 40% anak usia 8 hingga 12 tahun menggunakan layar lebih dari empat jam per hari,” ungkap Dr Tara Narula, kepala koresponden medis ABC News.
“Jika kita kaitkan dengan meningkatnya angka gangguan kesehatan mental anak dan fakta bahwa setengah dari kasus tersebut muncul sebelum usia 14 tahun, kita perlu serius mempertimbangkan dampak layar terhadap anak-anak,” lanjutnya.
Perlukah Layar Dihapus Total?
Para peneliti tidak merekomendasikan penghapusan layar secara total dari kehidupan anak. Dalam jumlah yang moderat—terutama untuk tujuan edukatif. Penggunaan layar tetap dapat dilakukan tanpa membahayakan kesejahteraan sosial dan emosional anak.
Yang terpenting, anak-anak perlu diajarkan bahwa layar bukan satu-satunya cara untuk mengelola emosi. Mereka juga harus didorong untuk membangun hubungan sosial di dunia nyata, baik dengan teman maupun keluarga, guna mengembangkan ketahanan mental dan keterampilan emosional.
Studi ini juga menekankan pentingnya menjaga agar penggunaan layar tidak mengganggu hal-hal dasar seperti tidur yang cukup dan aktivitas fisik yang teratur.
“Kita semua pernah membiarkan anak menggunakan layar terlalu lama, tapi tidak apa-apa untuk mengatakan ‘tidak’, menetapkan batasan, dan melakukannya tanpa kontrol berlebihan,” ujar Narula, yang tidak terlibat langsung dalam studi.
Sementara itu, Dr Brendan Huang, kepala residen neurologi dewasa di Northwell Health dan anggota tim medis ABC News, mengingatkan bahwa pemahaman orang tua terhadap dampak waktu layar sangat penting di tengah meningkatnya tantangan kesehatan mental anak saat ini.