Ulfatun Nikmah (26) bersama kedua orang tua usai wisuda Program Magister UGM, baru-baru ini. Foto: UGM
YOGYAKARTA, (ERAKINI) - Ulfatun Nikmah (26) patut menginspirasi banyak orang dengan kisah perjuangannya. Ia membuktikan jika keterbatasan ekonomi keluarga bukan jadi penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.
Lebih membanggakan, Ulfatun bisa menyelesaikan S2 dengan nilai cumlaude. Ulfatun, lulusan Ilmu Akuntansi tahun 2021 menjadi salah satu dari 1.187 lulusan Program Magister Universitas Gadjah Mada () yang diwisuda, baru-baru ini.
Gadis kelahiran Jepara ini meraih gelar cumlaude setelah menyelesaikan studi dari Prodi Magister Sains Akuntansi dalam waktu 1 tahun 10 bulan 24 hari dengan IPK 3.89.
Kesuksesan ini merupakan pencapaian besar dalam hidupnya, terutama mengingat latar belakang keluarganya. Terlahir dalam keluarga sederhana di Desa Wedelan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Ulfatun menghadapi banyak tantangan dalam meraih pendidikan.
Ayahnya, Muhlasin (54), seorang tukang buruh ukir, menjadi satu-satunya pencari nafkah dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara ibunya, Masruroh (48), adalah seorang ibu rumah tangga.
Perjalanan Ulfatun menuju impian akademiknya tidaklah mudah. Meskipun orang tuanya tidak menentang keinginannya untuk kuliah, namun kondisi ekonomi keluarga membuatnya sulit untuk membiayai pendidikan.
Namun, Ulfatun bersikeras untuk melanjutkan pendidikannya dan meyakinkan orang tuanya bahwa pendidikan akan membuka peluang pekerjaan yang lebih baik.
"Dulu, ayah tidak mengizinkan saya melanjutkan kuliah S1, begitu juga ketika saya ingin melanjutkan ke S2 karena tidak mampu, tidak ada biaya. Namun, saya adalah tipe anak yang keras kepala, dan terus memberikan pengertian kepada orang tua bahwa pendidikan akan membuka peluang pekerjaan yang lebih baik dan membantu adik saya untuk sekolah," ungkapnya, dikutip dari laman UGM, Selasa (30/4/2024).
Dengan tekad dan semangatnya, Ulfatun berusaha untuk berprestasi di sekolah. Kekerasan dan kerja kerasnya dalam belajar menghasilkan prestasi gemilang.
Sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah kejuruan, ia selalu menjadi juara di kelasnya dan sering mewakili sekolah dalam berbagai kompetisi.
Berbekal prestasinya, Ulfatun berhasil masuk program S1 di salah satu perguruan tinggi negeri di Semarang melalui jalur prestasi. Selain itu, ia juga mendapatkan beasiswa Bidikmisi untuk mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Kesempatan ini membuka pintu bagi Ulfatun untuk melanjutkan studi S2 di UGM secara gratis dengan beasiswa dari LPDP RI. Selama menjalani studi S1 dan S2, Ulfatun juga bekerja paruh waktu seperti memberikan les kepada anak-anak sekolah dan mengikuti berbagai proyek bersama teman-teman kampusnya.
Muhlasin merasa sangat bersyukur dan bangga melihat putrinya meraih impian akademiknya hingga jenjang S2. Awalnya, ia merasa berat untuk melepas Ulfatun kuliah di perguruan tinggi karena keterbatasan ekonomi.
Namun, kini ia melihat pencapaian Ulfatun sebagai pembuktian bahwa keterbatasan ekonomi tidak menghalangi seseorang untuk meraih pendidikan.
Meskipun terlahir dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, Ulfatun membuktikan bahwa semangat dan ketekunan dapat mengantarkannya meraih pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi, menginspirasi banyak orang dengan kisah perjuangannya.