Hari Buruh yang juga dikenal sebagai Hari Pekerja di seluruh dunia sering kali dirayakan dengan berbagai cara, termasuk demonstrasi, parade, dan acara komunitas lainnya. Foto: Ilustrasi/Ist
JAKARTA, (ERAKIN) - Pemerintah Indonesia menetapkan Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei sebagai hari libur nasional. Ini diatur melalui Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 24 Tahun 2013.
Hari Buruh yang juga dikenal sebagai Hari Pekerja di seluruh dunia sering kali dirayakan dengan berbagai cara, termasuk demonstrasi, parade, dan acara komunitas lainnya.
Di banyak negara, Hari Buruh juga merupakan hari libur resmi. Meskipun perayaan Hari Buruh telah berubah seiring perjalanan waktu, intinya tetap sama yakni untuk menghormati dan mengapresiasi kontribusi pekerja terhadap masyarakat dan ekonomi.
Dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (30/4/2024), sejarah lahirnya Hari Buruh bermula pada abad ke-19, ketika gerakan pekerja mulai berkembang secara signifikan di berbagai belahan dunia, terutama di Amerika Serikat dan Eropa.
Salah satu momen penting dalam sejarah Hari Buruh adalah kerusuhan Haymarket pada tahun 1886 di Chicago, Amerika Serikat. Pada tanggal 1 Mei tahun itu, terjadi demonstrasi besar-besaran yang menuntut hak-hak pekerja, termasuk perlunya standar delapan jam kerja sehari.
Pada saat itu, ribuan pekerja turun ke jalan-jalan di Chicago untuk memprotes dan mendesak pemerintah dan pengusaha agar mengakui hak mereka untuk bekerja delapan jam sehari. Namun, protes tersebut berubah menjadi kerusuhan ketika polisi mencoba membubarkan para pengunjuk rasa, dan ledakan bom terjadi, menewaskan beberapa polisi.
Peristiwa Haymarket berakhir dengan penangkapan dan pengadilan terhadap beberapa pemimpin gerakan buruh yang dituduh bertanggung jawab atas ledakan bom, meskipun bukti-bukti yang ada tidak begitu kuat. Empat dari mereka dijatuhi hukuman mati, satu di antaranya kemudian bunuh diri di penjara.
Pascatragedi itu, perjuangan buruh untuk mendapatkan delapan jam kerja terus berlanjut. Pada tahun 1890, Serikat Buruh Amerika dan Federasi Buruh Amerika akhirnya mengumumkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional. Ini sebagai bentuk solidaritas dan memperingati perjuangan buruh di seluruh dunia.
Akhirnya, pada tahun 1938, pemerintah Amerika Serikat melalui Undang-Undang Fair Labor Standards Act resmi mengakui jam kerja delapan jam sehari.
Namun, di Amerika Serikat, pemerintah memilih untuk merayakan Hari Buruh pada hari Senin pertama setiap bulan September, yang juga dikenal sebagai Hari Buruh Amerika Serikat. Pemilihan tanggal yang berbeda ini didasarkan pada upaya untuk menghindari asosiasi dengan peristiwa Haymarket yang dianggap kontroversial dan berpotensi menimbulkan ketegangan.
Tokoh Pejuang Buruh
Terdapat banyak tokoh penting dalam sejarah gerakan buruh yang berperan dalam memperjuangkan hak-hak pekerja dan membentuk perayaan Hari Buruh. Berikut beberapa di antaranya:
1. Karl Marx
Seorang filsuf, ekonom, dan teoretikus politik yang menjadi salah satu tokoh sentral dalam pengembangan teori sosialis dan komunis. Pemikiran Marx memberikan dasar bagi banyak gerakan buruh di seluruh dunia.
2. Friedrich Engels
Seorang filsuf dan teoretikus sosialis yang juga berkolaborasi dengan Karl Marx dalam menyusun teori-teori tentang masyarakat dan ekonomi. Karya-karya mereka bersama, seperti "Manifesto Komunis," memberikan dorongan besar bagi gerakan buruh.
3. Mother Jones (Mary Harris Jones)
Seorang aktivis pekerja yang berperan penting dalam gerakan buruh di Amerika Serikat pada awal abad ke-20. Dia dikenal karena advokasinya terhadap hak-hak pekerja, terutama di sektor pertambangan.
4. Eugene V Debs
Seorang pemimpin serikat buruh dan pendiri Serikat Buruh Industri Amerika (IWW) yang memainkan peran penting dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, termasuk hak untuk mengorganisir serikat buruh.
5. Clara Zetkin
Seorang aktivis sosialis dan feminis dari Jerman yang memainkan peran penting dalam mendirikan Hari Buruh Internasional pada tanggal 1 Mei. Dia adalah salah satu perempuan terkemuka dalam gerakan buruh pada masanya.
6. A Philip Randolph
Seorang pemimpin berpengaruh dalam gerakan hak sipil dan juga gerakan buruh di Amerika Serikat. Dia merupakan pendiri Asosiasi Kereta Jalan Raya Tertinggi, yang memperjuangkan hak-hak pekerja Afrika-Amerika di industri kereta api.
7. Dolores Huerta
Seorang aktivis pekerja dan sosial yang berperan dalam mendirikan Gerakan Buruh Bersatu Pertanian (United Farm Workers) di Amerika Serikat. Dia memainkan peran penting dalam memperjuangkan hak-hak pekerja migran dan perempuan di sektor pertanian.
8. Cesar Chavez
Seorang pemimpin Gerakan Buruh Bersatu Pertanian (United Farm Workers) yang memperjuangkan hak-hak pekerja migran di Amerika Serikat, terutama di sektor pertanian. Dia dikenal karena kampanyenya yang damai dan aksi mogok makan yang terkenal.
9. Rosa Luxemburg
Seorang teoretikus Marxis dan aktivis politik yang berperan dalam gerakan sosialis dan revolusioner di Jerman pada awal abad ke-20. Dia adalah pendukung aktif hak-hak pekerja dan terlibat dalam pembentukan Partai Komunis Jerman.
10. Jimmy Hoffa
Seorang pemimpin serikat pekerja yang kontroversial di Amerika Serikat, terutama sebagai presiden Serikat Pekerjaan Transportasi dan Truk (Teamsters). Meskipun kontroversinya, dia berperan dalam meningkatkan kondisi kerja dan upah bagi pekerja transportasi dan logistik.