Ilustrasi – Salah satu jenis makanan yang bisa memicu kolesterol tinggi yang diam-diam mengancam kesehatan jantung. (Foto: Pixabay).
JAKARTA, (ERAKINI) - Kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit kardiovaskular. Karena itu, penting bagi setiap orang, terutama yang memiliki kadar kolesterol tinggi, untuk lebih selektif dalam memilih makanan sehari-hari. Beberapa jenis makanan diketahui dapat meningkatkan kadar jahat (LDL) dan memperbesar risiko gangguan apabila dikonsumsi secara berlebihan.
Menjaga pola makan bukan berarti harus menghilangkan kenikmatan saat menyantap hidangan favorit. Kuncinya adalah membatasi makanan tertentu dan menggantinya dengan pilihan yang lebih sehat demi menjaga keseimbangan kadar kolesterol dalam tubuh.
Berikut ini 13 makanan yang sebaiknya dibatasi oleh penderita kolesterol, dirangkum Erakini, Sabtu (6/6/2026)!
1. Produk Olahan Daging
Sosis, nugget, kornet, hingga daging asap termasuk dalam kategori makanan yang perlu dibatasi. Selain tinggi lemak jenuh, makanan ini juga mengandung natrium dan bahan pengawet yang dapat berdampak negatif pada kesehatanjantung.
2. Kulit Ayam
Meski banyak digemari karena teksturnya yang renyah, kulit ayam menyimpan kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko penumpukan kolesterol dalam pembuluh darah.
3. Daging Merah Berlemak
Potongan daging sapi atau kambing yang masih menyisakan banyak lemak dapat memicu peningkatan kadar kolesterol LDL. Oleh sebab itu, pilihlah bagian daging yang lebih rendah lemak atau konsumsi dalam jumlah terbatas.
4. Jeroan
Hati, paru, usus, limpa, dan berbagai jenis jeroan lainnya dikenal memiliki kandungan kolesterol yang tinggi. Penderita kolesterol sebaiknya mengurangi konsumsi makanan ini agar kadar kolesterol tetap terjaga.
5. Aneka Gorengan Makanan seperti bakwan, tahu goreng, tempe goreng, hingga pisang goreng mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Risiko menjadi lebih besar jika digoreng menggunakan minyak yang telah dipakai berkali-kali karena dapat menghasilkan lemak trans yang berbahaya bagi kesehatan.
6. Jenis Seafood Tertentu
Beberapa hasil laut seperti udang, cumi-cumi, dan kerang mengandung kolesterol yang relatif tinggi. Meski tetap memiliki nilai gizi, porsinya perlu diperhatikan agar tidak berlebihan.
7. Kue dan Pastry Manis
Brownies, bolu, kue pisang, serta aneka pastry umumnya mengandung kombinasi gula dan lemak jenuh yang cukup tinggi. Konsumsi berlebihan dapat memengaruhi kadar trigliserida dan kesehatanjantung.
8. Hidangan Bersantan
Masakan seperti rendang, opor, kari, dan gulai mengandung santan yang kaya lemak jenuh. Jika terlalu sering dikonsumsi, makanan ini berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.
9. Es Krim Makanan penutup yang satu ini mengandung gula dan lemak jenuh dalam jumlah cukup besar. Konsumsi yang berlebihan dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan pembuluh darah dan jantung.
10. Keju Tinggi Lemak
Keju memang kaya nutrisi, tetapi beberapa jenis keju mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Oleh karena itu, konsumsi dalam jumlah wajar lebih dianjurkan.
11. Makanan Cepat Saji
Burger, pizza, ayam goreng tepung, dan berbagai menu cepat saji lainnya biasanya mengandung kalori, garam, serta lemak jenuh yang tinggi sehingga kurang ideal bagi penderita kolesterol.
12. Camilan Kemasan
Keripik kentang, keripik singkong, dan berbagai makanan ringan kemasan umumnya kaya garam, kalori, serta lemak tambahan yang dapat memengaruhi kesehatanjantung jika dikonsumsi terlalu sering.
13. Produk Kaleng Tertentu
Daging kaleng dan makanan siap saji dalam kemasan kaleng sering kali mengandung natrium serta lemak jenuh yang cukup tinggi. Konsumsinya sebaiknya dibatasi untuk menjaga kadar kolesterol tetap stabil.
- Perbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan yang kaya serat.
- Pilih sumber protein rendah lemak seperti ikan, tahu, tempe, dan dada ayam tanpa kulit.
- Terapkan metode memasak yang lebih sehat, seperti merebus, mengukus, atau memanggang.
- Kurangi penggunaan mentega, margarin, dan minyak berlebih saat memasak.
- Jaga porsi makan agar tetap seimbang dan sesuai kebutuhan tubuh.
- Rutin berolahraga serta menjaga berat badan ideal untuk membantu mengontrol kadar kolesterol.
Catatan: Menerapkan pola makan sehat tidak harus dilakukan secara drastis. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatanjantung dan pembuluh darah. Dengan mengurangi konsumsi gorengan, jeroan, makanan olahan, serta makanan cepat saji, risiko komplikasi akibat kolesterol tinggi dapat ditekan dan kualitas hidup pun menjadi lebih baik.