Tips Makan Daging Kurban Tanpa Takut Kolesterol Naik dari Pakar Pangan dan Gizi
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Momen Iduladha identik dengan aneka olahan daging yang menggugah selera. Mulai dari rendang, sate, hingga gulai selalu menjadi hidangan favorit di setiap rumah. Namun di balik kenikmatan tersebut, banyak orang mulai khawatir kadar kolesterol akan melonjak akibat konsumsi daging berlebihan.
Kondisi ini dinilai wajar karena selama musim kurban frekuensi makan daging biasanya meningkat tajam dibanding hari biasa. Jika umumnya hanya sesekali mengonsumsi daging, saat Iduladha menu berbahan daging bisa hadir hampir setiap hari.
Guru Besar Keamanan Pangan dan Gizi IPB University sekaligus Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia, Ahmad Sulaeman, membagikan sejumlah tips agar masyarakat tetap bisa menikmati daging kurban tanpa dihantui risiko kolesterol tinggi.
“Agar tetap bisa menikmati daging kurban tanpa khawatir akan naiknya kolesterol, penting untuk memperhatikan pilihan bagian daging, cara pengolahan, dan porsi konsumsi,” kata Ahmad Sulaeman dikutip dari laman resmi IPB.
Masyarakat disarankan untuk memilih bagian daging yang rendah lemak, seperti tenderloin, sirloin, atau paha pada sapi, dan bagian punggung atau paha pada kambing. Lemak putih kekuningan yang menempel pada daging sebaiknya dibuang sebelum dimasak.
Menurut Ahmad Sulaeman, dalam hal pengolahan, metode merebus atau mengukus untuk mengurangi kadar lemak, serta memanggang sebagai alternatif. Sebaliknya, ia menyarankan untuk menghindari menggoreng daging, terutama dengan minyak berlebih. “Penggunaan santan juga sebaiknya dikurangi dan diganti dengan santan rendah lemak atau susu kedelai,” ujarnya.

















