Mahasiswa LSPR Institute of Communication and Business sukses menyelenggarakan program Jejak Berdaya di Kampunng Bedeng Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Foto : dok LSPR
Kegiatan ini dilakukan bersama masyarakat Kampung Bedeng di kawasan RW VII, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat. Kegiatan ini merupakan aksi konkret dalam mencapai Tujuan PembangunanBerkelanjutan, yaitu Penciptaan Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif.
Dengan menggunakan pendekatan humanis, kampanye ini berfokus pada penguatan kapasitas usaha mikro seperti halnya yang dimiliki Kampung Bedeng melalui pelatihan, edukasi, dan pendampingan berkelanjutan di masyarakat.
Lewat program ini, wilayah yang terkenal dengan karya produk ikoniknya berupa sandal hotel tersebut, harapannya dapat terdorong untuk semakin berkembang secara mandiri tanpa terhalang oleh kondisi sosial maupun ekonomi.
“Saya berharap kehadiran ‘Jejak Berdaya’ dapat menjadi awal baru tidak hanya untuk Kampung Bedeng namun juga untuk gerakan berkelanjutan lainnya yang semoga dapat terus memberi dampak nyata untuk warga Kampung Bedeng dan komunitas masyarakat di luar sana,” ujar Tirta Nata Adi Wijaya, Ketua Pelaksana Jejak Berdaya.
Melalui program ini, Maylaffayza ingin ‘Jejak Berdaya’ menjadi jejak awal dari kerja-kerja bersama yang terus bertumbuh, berlanjut serta memberi manfaat nyata. Sementara itu, menurut Cipto Hadi Parmanto, Kepala Sentra Produksi Kampung Bedeng, dirinya merasa sangat bersyukur atas perhatian yang ditunjukkan lewat program ini mulai dari pelatihan produksi hingga digitalisasi. ‘’Dengan bimbingan dari mahasiswa LSPR, kami mulai bisa melihat masa depan dari usaha kecil kami.”, ujarnya.
Mengawali pelaksanaan ‘Jejak Berdaya’, terdapat serial film dokumenter bertajuk ‘Jejak Cerita dari Gang Sempit’ yang membantu menyebarkan kisah inspiratif warga Kampung Bedeng melalui media sosial.
Selain itu, diadakan pula sejumlah pelatihan yang berfokus pada pengembangan pengetahuan dan keterampilan terkait pemasaran digital serta pengembangan produk bersama Setali Indonesia, komunitas yang bergerak di bidang fesyen berkelanjutan, serta sejumlah dosen dari LSPR Institute of Communication and Business.
Sebagai momen perayaan dari pencapaian yang telah diraih selama kampanye berlangsung, Puncak ‘Jejak Berdaya’ diadakan pada Sabtu (28/6) dengan menghadirkan sejumlah acara seperti Jelajah Jejak, kegiatan fun walk yang mengajak peserta untuk mengenali potensi Kampung Bedeng lewat berbagai permainan interaktif yang seru dan edukatif berkonsepkan treasure hunt.
Menambah semarak acara, terdapat ‘Jejak Warna’ yang memberi kesempatan para peserta untuk menunjukkan dukungan pada produk lokal melalui kegiatan melukis di atas hasil karya Kampung Bedeng. Aktivitas ini diikuti langsung Finalis Mr. & Ms. LSPR 2025, Duta Universitas Tarumanegara 2024, dan Duta Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta 2024 bersama para Puteri Indonesia 2024.
Serangkaian kampanye pun berakhir dengan upacara penutupan yang diisi dengan simbolisasi peluncuran ‘Bedeng Goes Digital’ dan ‘Jejak Kotak Berdaya’, serta penayangan episode terakhir dari film dokumenter ‘Jejak Cerita dari Gang Sempit’ berjudul ‘Menjalin Harapan, Menjejak Masa Depan’.
Upacara Penutupan yang dihadiri Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani dilanjutkan dengan peragaan busana dari Mr. & Ms. LSPR 2024 yang menampilkan hasil produk dari Kampung Bedeng. “Kampung Bedeng adalah salah satu contoh bagaimana sektor pendukung pariwisata bisa tumbuh dari akar rumput dengan tetap mempertahankan kearifan lokal yang didukung inovasi warganya serta kolaborasi yang tulus.”, pungkasnya.
Kepala Kelurahan Cempaka Putih Timur Amadeo menyatakan, “Kehadiran tim ‘Jejak Berdaya’ dari LSPR Institute sangat melengkapi inisiatif kami dalam berkontribusi langsung pada penguatan masyarakat serta layak menjadi contoh kolaborasi ideal antara pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, dan mitra swasta.”