JAKARTA, (ERAKINI) - Tekanan darah rendah atau hipotensi kerap dianggap sepele, padahal dampaknya bisa cukup serius bila tidak dikelola dengan baik. Salah satu faktor penting yang sering diabaikan adalah pola makan. Pilihan makanan yang kurang tepat justru dapat memperparah gejala seperti pusing, tubuh lemas, hingga risiko pingsan mendadak.
Karena itu, memahami makanan apa saja yang perlu dihindari menjadi langkah penting agar kondisi tetap stabil dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu.
Berikut ini daftar makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderitadarah rendah, dirangkum Erakini, Kamis (16/4/2026)!
1. Makanan Tinggi Gula Sederhana
Permen, minuman bersoda, sirup, hingga aneka kue manis memang menggoda, tetapi efeknya tidak ramah bagi penderita hipotensi. Gula sederhana dapat memicu lonjakan energi secara cepat, lalu diikuti penurunan drastis yang membuat tubuh mendadak lemas.Kondisi ini bahkan bisa memicu hipoglikemia reaktif, yaitu penurunan gula darah setelah makan. Akibatnya, gejala seperti pusing, sulit fokus, dan pandangan kabur bisa semakin terasa.
2. Minuman Berkafein Tanpa Cukup Cairan
Kopi atau teh memang bisa memberi efek segar sesaat. Namun, jika dikonsumsi berlebihan tanpa diimbangi air putih, justru berisiko memperburuk kondisi.Kafein bersifat diuretik yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, sehingga tubuh kehilangan cairan. Dehidrasi inilah yang dapat memperparah tekanan darah rendah. Selain itu, penghentian kafein secara mendadak juga bisa memicu penurunan tekanan darah lebih tajam.
3. Makanan Tinggi Lemak Jahat
Gorengan, makanan cepat saji, keripik, serta produk olahan seperti sosis dan nugget mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi.Jenis lemak ini dapat mengganggu elastisitas pembuluh darah dan menghambat aliran darah. Dalam jangka panjang, kondisi ini membuat distribusi oksigen tidak optimal sehingga tubuh lebih cepat lelah dan mudah pusing.
4. Minuman Beralkohol
Alkohol memiliki efek melebarkan pembuluh darah, yang secara langsung dapat menurunkan tekanan darah. Selain itu, alkohol juga meningkatkan risiko dehidrasi karena mempercepat pengeluaran cairan dari tubuh.Akibatnya, penderita hipotensi bisa mengalami gejala yang lebih berat seperti lemas, pusing, bahkan sulit berkonsentrasi.
5. Makanan Terlalu Rendah Garam
Garam mengandung natrium yang berperan penting dalam menjaga tekanan darah tetap stabil. Mengonsumsi makanan yang terlalu rendah natrium, seperti produk diet tanpa garam, justru dapat membuat tekanan darah semakin turun.Namun, penting diingat bahwa konsumsi garam tetap harus seimbang, tidak berlebihan dan sesuai anjuran tenaga medis.
Tips Pola Makan untuk Menjaga Tekanan Darah Tetap Stabil
Menghindari pantangan saja tidak cukup. Anda juga perlu menerapkan kebiasaan sehat berikut!
- Minum air putih minimal 8 gelas per hari untuk mencegah dehidrasi - Makan secara teratur, jangan melewatkan waktu makan - Pilih makanan kaya protein, zat besi, dan vitamin B12 - Tambahkan garam secukupnya sesuai kebutuhan tubuh - Hindari berdiri terlalu cepat agar tidak memicu pusing - Lakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki
Catatan: Menjaga pola makan yang tepat adalah kunci utama untuk mengontrol hipotensi. Dengan menghindari makanan yang salah dan menerapkan kebiasaan sehat, risiko gejala seperti pusing dan lemas bisa ditekan. Jika keluhan semakin sering muncul atau terasa berat, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai.