Mitos atau Fakta: ‘Minum Es Bikin Batuk?’ Simak di Sini Penjelasan Medisnya!
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Pertanyaan soal apakah minuman es dapat menyebabkan batuk masih sering muncul di tengah masyarakat. Banyak orang—terutama orang tua—percaya bahwa mengonsumsi minuman dingin bisa memicu batuk atau memperparah gejalanya. Tapi, benarkah anggapan ini dari sisi medis?
Sebelum menjawab, penting untuk dipahami bahwa batuk adalah mekanisme alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari lendir, partikel asing, atau mikroorganisme seperti virus dan bakteri. Penyebab utamanya biasanya bukan berasal dari suhu minuman, melainkan infeksi atau iritasi pada sistem pernapasan.
Lalu, apakah minuman dingin bisa menyebabkan batuk?
Melansir Alodokter, secara umum, minum es tidak secara langsung menyebabkan batuk. Dalam sebagian besar kasus, batuk disebabkan oleh infeksi saluran napas atas, seperti flu, pilek, atau faringitis. Artinya, suhu minuman bukanlah faktor utama penyebab batuk.
Namun, pada orang-orang tertentu—terutama yang memiliki tenggorokan sensitif—minuman dingin bisa menimbulkan reaksi sementara, seperti rasa gatal, nyeri, atau sensasi tidak nyaman di tenggorokan. Ini bisa memicu batuk ringan sebagai respons tubuh terhadap iritasi. Meski begitu, kondisi ini biasanya tidak berlangsung lama dan bukan merupakan tanda dari penyakit serius.
Bahkan, dalam beberapa situasi, minuman dingin justru bisa membantu meredakan rasa sakit di tenggorokan dengan memberikan sensasi sejuk yang menenangkan.


















