Ilustrasi - rekomendasi 12 makanan bergizi untuk mendukung pemulihan kanker tulang. (Foto: Pixabay)
JAKARTA, (ERAKINI) – Kanker tulang merupakan jenis kanker yang bermula dari jaringan tulang. Kondisi ini sering kali disertai dengan gejala berupa nyeri tulang, pembengkakan di area yang terdampak, kelelahan berlebihan, penurunan berat badan drastis, hingga meningkatnya risiko patah tulang karena kerapuhan.
Melansir Alodokter, asupan gizi yang seimbang memainkan peran penting dalam proses pemulihan pasien kanker tulang. yang kaya akan nutrien seperti protein, kalsium, antioksidan, serta berbagai vitamin dan mineral sangat disarankan karena dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan tulang dan sendi, serta mempercepat regenerasi sel.
1. Tahu dan Tempe
Kaya akan protein nabati, kalsium, dan senyawa isoflavon, tahu dan tempe membantu memperkuat tulang dan meningkatkan kekebalan tubuh. Isoflavon juga dikenal memiliki potensi sebagai zat antikanker alami.
2. Telur Rebus
Telur adalah pilihan makananbergizi yang mengandung protein dan lemak sehat. Nutrisi ini membantu mengatasi rasa lelah dan menurunnya nafsu makan yang kerap dialami selama terapi. Namun, penting untuk menghindari telur mentah atau setengah matang karena risiko bakteri.
3. Aneka Kacang dan Polong-polongan
Kacang tanah, almond, kedelai, edamame, dan sejenisnya menyimpan beragam zat gizi seperti kalsium, zat besi, fosfor, serta antioksidan yang mampu memperkuat tulang dan membantu tubuh melawan radikal bebas. Kandungan proteinnya juga menjadikan kacang sebagai sumber energi alternatif.
4. Daging Ayam Tanpa Kulit
Daging ayam tanpa lemak merupakan sumber protein hewani yang bermanfaat untuk membangun kembali jaringan yang rusak, memperkuat otot, dan meningkatkan energi. Protein juga berperan dalam menjaga daya tahan tubuh selama menjalani pengobatan.
5. Tomat
Tomat kaya akan likopen, yaitu antioksidan yang diyakini dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu, kandungan vitamin A dan C-nya bermanfaat dalam menjaga sistem imun.
6. Stroberi
Buah merah segar ini mengandung asam ellagik dan vitamin C yang tinggi, yang dapat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker. Namun, karena rasanya cukup asam, penderita yang mengalami gangguan pencernaan sebaiknya mengonsumsi alternatif seperti pir, melon, atau semangka.
7. Jeruk
Buah jeruk, termasuk lemon dan jeruk nipis, memiliki kandungan vitamin C tinggi yang bermanfaat dalam melawan sel kanker dan memperkuat sistem kekebalan. Namun, untuk penderita dengan masalah asam lambung, konsumsi jeruk sebaiknya dilakukan setelah makan.
8. Sayuran Hijau
Bayam, kangkung, sawi, selada, dan brokoli merupakan sayuran berdaun hijau yang tinggi akan vitamin, mineral, serta antioksidan. Zat-zat ini membantu melindungi tubuh dari kerusakan sel akibat stres oksidatif dan mendukung pemulihan.
9. Wortel
Sayuran berwarna oranye ini mengandung senyawa karotenoid dan antosianin yang memiliki sifat antiinflamasi. Konsumsi wortel dapat membantu mempertahankan kondisi tubuh agar tetap kuat selama masa pengobatan.
10. Yoghurt Tanpa Rasa
Produk susu fermentasi ini kaya akan kalsium, vitamin D, serta probiotik yang membantu menjaga keseimbangan flora usus. Ini penting untuk mendukung penyerapan nutrisi serta memperkuat sistem imun.
11. Oatmeal Makanan ini cocok untuk pasien yang mengalami gangguan makan akibat kemoterapi. Oatmeal mudah dikunyah, lembut di perut, dan kaya akan karbohidrat kompleks, protein, serta antioksidan.
12. Ikan Rendah Merkuri
Ikan seperti mujair, lele, tongkol, dan bandeng mengandung omega-3 yang dikenal sebagai zat anti-inflamasi alami. Nutrisi ini penting untuk mencegah perkembangan sel kanker dan menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Cara memasak yang disarankan adalah dengan merebus, mengukus, atau menumis tanpa minyak berlebih.
Catatan: Saat menyiapkan makanan untuk penderita kanker tulang, penting untuk memperhatikan cara pengolahan. Hindari metode memasak yang menggunakan minyak berlebih seperti menggoreng, karena dapat menghasilkan lemak jenuh yang memperburuk peradangan dalam tubuh.
Selain menjaga pola makan sehat, pasien juga perlu beristirahat cukup, mengikuti jadwal pengobatan, dan berkonsultasi secara rutin dengan tenaga medis untuk memantau kondisi secara menyeluruh.