Era 1980-an dikenal sebagai masa dengan tren fashion yang ekstrem. Foto: Ilustrasi
JAKARTA, (ERAKINI) -Era 1980-an dikenal sebagai masa dengan tren fashion yang ekstrem. Mulai dari gaya berpakaian power dressing, bantalan bahu, denim acid-wash hingga warna-warna neon.
Banyak tren tersebut kini kembali populer, tetapi hadir dalam bentuk yang lebih modern, serbaguna, dan mudah dikenakan. Berbagai item ikonik era 1980-an seperti gaun mini, pakaian olahraga, dan celana berpotongan mengecil di bagian bawah kini hadir kembali dengan potongan oversized dan siluet berpinggang tinggi.
Dekade 1980-an dikenal sebagai salah satu periode paling ekspresif dalam sejarah fashion. Saat itu, prinsip "lebih banyak, lebih baik" seolah menjadi aturan tidak tertulis.
Pengaruh fashion 1980-an tidak terlepas dari perubahan budaya pada masanya. Pertumbuhan ekonomi, tren kebugaran, serta berkembangnya budaya pop ikut membentuk karakter fashion yang berani dan penuh ekspresi.
Kini, elemen-elemen tersebut kembali muncul dalam fashion modern. Bedanya, gaya 80-an tidak lagi ditampilkan secara berlebihan.
Bantalan bahu dibuat lebih halus, warna neon digunakan sebagai aksen, sementara busana oversized dipadukan dengan item yang lebih pas di tubuh untuk menghasilkan penampilan yang seimbang.
Aerobik dan Sportswear
Ledakan tren kebugaran pada era 1980-an membuat legging, tracksuit berwarna cerah, ikat kepala, dan sweatshirt cropped menjadi bagian dari fashion sehari-hari.
Gaya sporty tersebut kini kembali melalui tren athleisure. Legging bermotif, hoodie oversized, dan sneakers menjadi kombinasi yang menawarkan kenyamanan sekaligus tampilan stylish.
Blazer berukuran besar dapat dipadukan dengan celana atau jeans berpotongan slim. Bantalan bahu juga dibuat lebih subtil, tetapi tetap memberikan siluet tegas.
Jeans Acid-Wash dan Denim-on-Denim
Denim merupakan elemen lain yang sangat lekat dengan fashion 1980-an.
Jeans acid-wash dan tampilan denim dari atas hingga bawah menjadi simbol semangat pemberontakan sekaligus eksperimen dalam berpakaian.
Tren tersebut kembali dengan pendekatan yang lebih modern. Jaket denim oversized dapat dipadukan dengan jeans berpinggang tinggi dalam warna washed bergaya vintage.
Sneakers dan aksesori modern dapat digunakan untuk membuat penampilan tersebut tetap relevan.
Denim berwarna dengan detail yang mencolok juga dapat menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menghadirkan karakter 80-an secara lebih kuat.
Potongan Khas Fashion 1980-an
Selain warna dan material, siluet merupakan salah satu ciri utama fashion era 1980-an.
Beberapa elemen yang kembali populer antara lain:
Bantalan bahu. Detail ini memberikan volume pada bagian atas tubuh sekaligus menciptakan ilusi pinggang yang lebih ramping. Kini, bantalan bahu tidak hanya ditemukan pada jaket dan blazer, tetapi juga kemeja dan gaun.
Oversized. Potongan bervolume pada blazer, mantel, hingga sweatshirt kembali menjadi tren. Agar terlihat seimbang, atasan oversized dapat dipadukan dengan bawahan yang lebih pas di tubuh.
Pinggang tinggi. Celana, rok, dan celana pendek berpinggang tinggi merupakan bagian penting dari fashion 1980-an. Gaya tersebut masih populer hingga sekarang dan sering dipadukan dengan crop top atau atasan yang dimasukkan ke dalam celana.
Ruffle. Detail ruffle dramatis kembali hadir, tetapi dengan desain yang lebih halus pada blus, gaun, dan rok.
Lengan puff. Lengan bervolume yang menjadi ciri khas blus dan gaun era 1980-an juga kembali populer. Versi modernnya cenderung lebih sederhana dan dipadukan dengan item minimalis.
Warna Neon hingga Animal Print
Fashion 1980-an tidak bisa dilepaskan dari warna-warna berani dan motif mencolok.
Beberapa karakter yang paling khas antara lain:
- Warna neon
- Motif geometris
- Motif mencolok
- Garis-garis
- Animal print
- Color blocking
- Glitter dan detail metalik
Namun, fashion modern cenderung menggunakan elemen tersebut sebagai aksen.
Warna neon, animal print, maupun material metalik dapat dipadukan dengan warna netral seperti hitam, putih, atau beige agar penampilan tetap terlihat modern dan tidak berlebihan.
Fashion 1980-an juga dikenal berani menggabungkan berbagai motif. Garis-garis, kotak-kotak, dan animal print bahkan dapat dipadukan untuk menciptakan tampilan yang benar-benar statement.
Denim, Kulit hingga Payet
Material yang digunakan pada era 1980-an juga mencerminkan karakter fashion yang berani dan penuh perhatian.
Denim, sportswear, kulit, kulit paten, bahan metalik, serta payet menjadi beberapa material yang identik dengan dekade tersebut.
Kulit paten menghadirkan kesan glamor, denim memberikan karakter kasual dan rebellious, sementara material metalik serta payet memperkuat kesan glamor yang menjadi ciri fashion 80-an.
Ikat Pinggang Jadi Aksesori Penting
Aksesori juga memiliki peran penting dalam membentuk gaya 1980-an.
Ikat pinggang lebar menjadi salah satu aksesori favorit untuk menonjolkan bentuk tubuh. Aksesori ini dikenakan bersama blazer, gaun, bahkan mantel.
Biasanya dilengkapi gesper besar atau detail stud yang mencolok, ikat pinggang membantu menciptakan siluet menyerupai jam pasir sekaligus memberikan struktur pada pakaian.
Anting besar, kalung lebar, dan gelang juga menjadi aksesori khas era tersebut.
Dalam gaya modern, aksesori berukuran besar dapat digunakan sebagai titik perhatian pada outfit yang lebih minimalis sehingga menghadirkan sentuhan retro tanpa terlihat berlebihan.
Gaya rambut besar dan bervolume juga menjadi karakter kuat era 1980-an. Scrunchie, jepit rambut warna-warni, dan bando dapat digunakan untuk memperkuat nuansa tersebut.
Fashion 1980-an untuk Pria
Kebangkitan fashion 1980-an juga berlaku untuk busana pria. Pada masa itu, fashion pria menawarkan banyak pilihan, mulai dari denim kasual, tracksuit hingga setelan dengan bahu lebar.
Jaket denim dan celana acid-wash merupakan item penting yang masih mudah diadaptasi hingga sekarang. Keduanya dapat dipadukan dengan T-shirt putih dan sneakers.
Gaya denim-on-denim juga dapat menjadi pilihan bagi mereka yang ingin tampil lebih retro.
Untuk gaya sporty, tracksuit dan anorak dapat dipadukan dengan sneakers modern. Sneakers retro berwarna cerah cocok dipadukan dengan tracksuit longgar maupun jaket dengan konsep color blocking.
Sementara untuk gaya formal, setelan dengan bahu lebar dapat diterjemahkan melalui jaket oversized yang dipadukan dengan celana sederhana.
Kemeja dengan karakter kuat, sweater turtleneck, maupun T-shirt polos dapat menjadi pelengkap.
Kunci Gaya 80-an: Jangan Berlebihan
Meski fashion 1980-an terkenal dengan gaya yang berani, penerapannya pada era modern tidak harus dilakukan secara berlebihan.
Kuncinya adalah memilih satu atau dua elemen khas 80-an, kemudian memadukannya dengan pakaian kontemporer.
Blazer oversized dapat menjadi titik utama penampilan. Alternatif lain adalah menggunakan sneakers retro, jeans acid-wash, aksesori berukuran besar, atau warna neon sebagai aksen.
Dengan pendekatan tersebut, karakter retro tetap terasa tanpa membuat penampilan terlihat seperti kostum.
Kebangkitan fashion 1980-an menunjukkan bahwa gaya dari dekade tersebut masih memiliki daya tarik yang kuat.
Berbagai elemen ikoniknya kini disederhanakan dan diadaptasi agar sesuai dengan kebutuhan fashion modern.
Dari blazer oversized, jeans acid-wash, bahu lebar hingga warna neon, fashion 1980-an membuktikan bahwa tren lama dapat kembali dengan wajah baru.
Bagi pencinta gaya retro, era 80-an pun menawarkan banyak pilihan untuk bereksperimen sekaligus membawa kembali semangat fashion yang berani, ekspresif, dan penuh karakter.