Ilustrasi - Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa menjaga kebugaran fisik saat masa anak-anak bisa mengurangi stres dan depresi mereka di masa remaja. (Foto: Pixabay).
JAKARTA, (ERAKINI) – Orang tua diimbau agar terus memberikan dorong kepada anak-anaknya saat masih kecil untuk tetap aktif. Hal ini bisa mengurangi stres dan depresi mereka di masa remajanantinya. Sebuah penelitian terkini mengungkapkan bahwa menjaga kebugaran fisik yang baik sejak masa kanak-kanak hingga remaja dikaitkan dengan berkurangnya stres dan selama masa remaja.
Melansir Meidcal Daily, Senin (16/6/2025), lesehatan mental pada masa remaja menjadi perhatian yang semakin meningkat, dengan semakin banyak remaja yang menghadapi tantangan seperti depresi, stres, dan kecemasan. Diperkirakan hal ini memengaruhi sekitar 25%–30% anak muda.
Penelitian baru yang diterbitkan dalam Sports Medicine menekankan pentingnya menjauhi layar dan mendorong aktivitas fisik. Untuk mengeksplorasi hubungan antara kebugaran masa kanak-kanak dan kesehatan mental remaja, para peneliti menindaklanjuti dengan 241 peserta selama delapan tahun.
Temuan mereka mengungkapkan bahwa kebugaran kardiorespirasi yang lebih baik dan peningkatan aktivitas fisik selama masa ini dikaitkan dengan berkurangnya gejala stres dan depresi pada masa remaja.
Para peneliti juga mencatat bahwa kebugaran motorik yang lebih baik, termasuk keterampilan seperti kelincahan, koordinasi, dan keseimbangan selama masa kanak-kanak, dikaitkan dengan peningkatan kemampuan kognitif dan berkurangnya stres dan depresi pada masa remaja. Namun, hubungan antara kebugaran motorik dan depresi tidak sekuat hubungan antara kebugaran kardiorespirasi dan depresi.
"Temuan kami menyoroti pentingnya menilai beberapa indeks kebugaran fisik untuk mengukur perannya dalam kognisi dan kesehatan mental dalam penelitian di kalangan anak-anak dan remaja. Hasil ini juga menunjukkan bahwa mempromosikan berbagai aktivitas fisik dan mengurangi waktu bermain gawai untuk rekreasi, sehingga meningkatkan kebugaran fisik, harus digunakan sebagai salah satu pilihan untuk meningkatkan kognisi dan kesehatan mental pada remaja," tulis para peneliti dalam penelitian tersebut dikutip dari laman Medical Daily, Senin (16/6/2025).
Para peneliti juga mencatat bahwa waktu bermain gawai selama masa remaja berperan dalam memahami bagaimana kebugaran kardiorespirasi dan kebugaran motorik memengaruhi kesehatan mental.
"Hasil kami harus mendorong para pembuat kebijakan serta orang tua dan wali untuk melihat pentingnya kebugaran fisik secara lebih holistik, karena kebugaran fisik yang buruk dapat meningkatkan tantangan kesehatan mental dan mengganggu keterampilan kognitif yang dibutuhkan untuk belajar," kata Eero Haapala, penulis penelitian dalam rilis berita.
"Seluruh masyarakat harus mendukung pengembangan kebugaran jasmani pada anak-anak dan remaja dengan meningkatkan partisipasi aktivitas fisik di sekolah, selama waktu luang, dan dalam hobi," tambah Haapala.