Bagaimana Penularan Virus Cacar Monyet ‘Mpox’ dari Manusia ke Manusia? Simak di Sini!
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meminta masyarakat Indonesia mewaspadai penularan virus Mpox (MPXV), khususnya yang terjadi dari manusia ke manusia. Cara penularan penyakit ini dapat melalui kontak erat dengan cairan tubuh atau lesi kulit orang yang terinfeksi, atau kontak tidak langsung pada benda yang terkontaminasi atau droplet.
Sebagaimana siaran berita Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI, penyakit Mpox dapat menyebar melalui kontak langsung kulit ke kulit atau membran mukosa termasuk saat melakukan kontak seksual. Penularan melalui droplet biasanya membutuhkan kontak erat yang lama, sehingga anggota keluarga yang tinggal serumah atau kontak erat dengan kasus berisiko lebih besar untuk tertular.
Plh. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Yudhi Pramono, MARS mengimbau masyarakat agar tetap mewaspadai penularan virus Mpox. “Kepada masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menerapkan perilaku seksual yang sehat seperti tidak gonta ganti pasangan ataupun perilaku seks sesama jenis. Jika bergejala Mpox, segera mengunjungi dokter ke fasilitas kesehatan terdekat,” pesan Yudhi di Jakarta, dikutip dari siaran berita Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Selasa (20/8/2024).
Berdasarkan laporan “Technical Report Mpox di Indonesia Tahun 2023” yang diterbitkan Kemenkes pada 2024, gejala pada kasus konfirmasi yang paling banyak dilaporkan, antara lain lesi, diikuti oleh demam, ruam, dan limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening).


















