WHO membentuk komite darurat sebagai tanggapan terhadap penyebaran cacar monyet atau Mpox di luar Republik Demokratik Kongo (DRC) dan potensi penularan internasional lebih lanjut. (Foto: Healthline)
JENEWA, (ERAKINI) - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membentuk komite darurat sebagai tanggapan terhadap penyebaran cacar monyet atau Mpox di luar Republik Demokratik Kongo (DRC) dan potensi penularan internasional lebih lanjut.
Hal itu disampaikan oleh ketua WHO Tedros kata Adhanom Ghebreyesus baru-baru ini, dilansir dari Xinhua Minggu, (11/8/2024). “Komite tersebut akan bertemu sesegera mungkin untuk menilai apakah wabah ini merupakan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional,” kata Tedros pada konferensi pers di Jenewa.
Kasus cacar monyet selama beberapa dekade telah dilaporkan di Kongo dan jumlah kasusnya meningkat terus dari tahun ke tahun. Sejak awal tahun 2024 ini, Kongo telah mengalami wabah mpox yang parah. WHO mencatat Republik Demokratik Kongo telah mengalami wabah cacar monyet lebih dari 14.000 kasus dan 511 kematian sejak awal 2024.
"Namun, jumlah kasus yang dilaporkan pada enam bulan pertama tahun ini sebanding dengan jumlah kasus yang dilaporkan selama satu tahun kemarin. Dan virus ini telah menyebar ke provinsi-provinsi yang sebelumnya tidak terkena dampak," ucapnya dikutip dari siaran Media Briefing.
Dalam sebulan terakhir, sekitar 50 kasus Mpox terkonfirmasi dan lebih banyak kasus suspek telah dilaporkan di empat negara tetangga Kongo yang belum pernah dilaporkan sebelumnya, yaitu Burundi, Kenya, Rwanda dan Uganda.
Sebagai informasi, Mpox merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia, sebagaimana dilansir dari laman WHO.
Kasusnya sering ditemukan di dekat hutan hujan tropis yang terdapat hewan pembawa virus tersebut. Bukti infeksi virus cacar monyet telah ditemukan pada hewan termasuk tupai, tikus berkantong Gambia, dormice, berbagai spesies monyet dan lain-lain.
- Ruam kulit disertai demam,
- Sakit kepala,
- Nyeri otot,
- Nyeri punggung,
- Kurang bernergi,
- Pembengkakan kelenjar getah bening,
Adapun Mpox dapat menular ke manusia melalui kontak langsung dengan orang yang menularkan penyakit, melalui kontak dengan cairan tubuh, bahan yang terkontaminasi, atau hewan yang terinfeksi.