Wajar keduanya dianggap 'bersaing", karena memiliki segmentasi pasar yang sama. Sistem belajar juga sama, yakni mengusung konsep ketarunaan dan boarding school atau sekolah berasrama.
SMA TN dan SMAT KN memang sama-sama sekolah unggulan yang membekali taruna/taruninya menjadi calon pemimpin, baik di institusi Polri maupun TNI. Para taruna dan taruni di kedua SMA taruna ini mengikuti pendidikan yang cukup ketat, sehingga menjanjikan lulusannya memiliki ketangguhan menghadapi masa depan.
Meski memiliki banyak persamaan, tentu saja terdapat beberapa perbedaan kedua SMA taruna ini. Berikut beberapa perbedaan SMA TN dan SMAT KN yang dirangkum Erakini, Rabu (19/6/2024).
1. Lokasi Sekolah
Perbedaan mendasar dari kedua sekolah ini adalah lokasi sekolah.
Kedua sekolah ini lokasinya sangat berjauhan di dua provinsi yang berbeda, sehingga kurang tepat jika SMA TN dan SMAT KN disebut 'bersaing'.
SMA TN berlokasi di Jalan Raya Puroworejo KM 5, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sedangkan SMAT KN berlokasi di Jalan Desa Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat.
2. Pendiri
SMA TN secara resmi berdiri pada tahun 1990. Ide pembuatan sekolah berbasis semi-militer ini dicetuskan Menteri Pertahanan dan Keamanan saat itu, Jenderal LB Moerdani pada 20 Mei 1985. Ide ini lalu diteruskan dengan menandatangani nota kesepakatan antara TNI dan Taman Siswa, yang merupakan organisasi kependidikan pertama di Indonesia, untuk membuat suatu lembaga bernama Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN).
Lembaga ini merupakan kristalisasi dari visi Jenderal Moerdani yang selanjutnya mengawasi proses pelaksanaan sekolah ini. SMA TN kemudian diresmikan oleh Pangab saat itu, Jenderal Try Sutrisno pada tahun 1990.
Nama Try Sutrisno juga tidak bisa dilepaskan dari pendirian SMAT KN. Bedanya, SMAT KN didirikan pada tahun 1995 dengan peletakan batu pertama di Guest House oleh Hj Tuti Sutiawati Try Sutrisno.
Beda dengan SMA TN yang diprakarasi petinggi TNI, pemprakarsa berdirinya SMAT KN adalah Karnaen Sukarnaprawira, seorang tokoh pendidikan yang bercita-cita membantu masyarakat, bangsa, negara dan agama melalui upaya mendirikan dan mengembangkan suatu lembaga pendidikan terpadu.
Pemberian nama Krida Nusantara sebagai sebuah Yayasan Pendidikan Terpadu, memiliki arti tersendiri. Krida diartikan sebagai karya tanpa henti. Sedangkan Nusantara adalah wilayah yang meliputi seluruh pelosok Negara Indonesia mulai dari Sabang dari Merauke.
Jadi Krida Nusantara dimaksudkan sebagai sebuah lembaga yang berkarya tanpa henti di bidang pendidikan, yang di dalmnya memadukan tiga unsur pokok yaitu Iptek, Imtaq, dan Karya.
3. Kurikulum
Dalam menjalankan pendidikan, SMA TN menggunakan dua kurikulum, yaitu Kurikulum Umum yang telah ditetapkan Kemendikbudristek, dan Kurikulum Khusus. Kurikulum Khusus SMA TN mengutamakan tiga wawasan untuk mendidik siswa-siswinya, yaitu Kebangsaan, Kejuangan, serta Kebudayaan. Terdapat dua mata pelajaran khusus, yakni Kenusantaraan & Kepemimpinan, serta Bela Negara.
Selain itu, para siswa diberikan Kurikulum Khusus, sebagai tambahan dari Kurikulum Umum yang digunakan untuk meningkatkan 3 Wawasan tersebut, yaitu 4 mata kegiatan mencakup Rutin Terjadwal, Terprogram, Terproyek, dan Kreatif Mandiri
Sementara SMAT KN dalam mencapai tujuan program pembelajaran umum, mengembangkan tiga kelompok mata pelajaran, yaitu kelompok mata pelajaran umum, kelompok keterampilan fungsional,
dan kelompok pendidikan agama.
Kelompok mata pelajaran umum sepenuhnya menggunakan kurikulum nasional, sedangkan kelompok keterampilan fungsional dan kelompok pendidikan agama dikembangkan tersendiri dalam bentuk kurikulum muatan lokal dan didasari dengan kedisiplinan menjadi kekhasan SMAT-KN.
Terdapat 7 kompentensi yang harus terinternalisasi dalam diri peserta didik SMAT KN, yaitu Kompetensi Iman dan Takwa (IMTAQ), Kompetensi Ilmu Pengetahuan dan teknologi (IMTEK), Kompetisi Kepemimpinan Nasional, Kompetensi Sosial dan Kewirausahaan, Kompetensi Olahraga dan Kesenian (ORKES), Kompetensi Lingkungan Hidup, dan Kompetensi Komunikasi.
4. Syarat PPDB
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA TN memiliki Jalur Undangan Beasisw bagi:
a. Peraih Medali Olimpiade Sains tingkat Internasional (IJSO, IMO, IPhO, IBO, IChO, IOI, IAO/IOAA, IGeo/IESO, IEO)
b. Peraih medali International Conference of Young Scientists (ICYS)
c. Peraih medali emas atau perak atau perunggu Kompetisi Sains Nasional (KSN) Bidang Matematika atau Bidang IPA atau Bidang IPS SMP/SMA
d. Peraih medali emas Lomba Karya Inovasi Pelajar (LKIP) SMA Taruna Nusantara, juara 1 s.d. juara 5 lomba Matematika Sains dan Bahasa Inggris (MSI) yang diselenggarakan oleh SMA Taruna Nusantara
Calon siswa Jalur Undangan Beasiswa akan dibebaskan dari seleksi administrabsi dan seleksi akademik, tetapi tetap melaksanakan Tes Kesehatan Umum dan Tes Wawancara serta Materi Seleksi Lanjutan apabila diselenggarakan. Mereka juga dibebaskan dari seluruh biaya pendidikan hingga lulus dari SMA TN,
5. Biaya Pendidikan
Biaya Pendidikan di dua SMA taruna ini jelas berbeda. Mengutip unggahan Instagram @sma.tarunanusantara, biaya pendidikan di SMA TN tahun 2024, yaitu:
a. Jalur Iuran Sekolah
- Uang pangkal: Rp50.000.000.
- Uang komite sekolah: Rp1.000.000.
- Sumbangan sukarela: sesuai kesanggupan.
- Biaya operasional pendidikan: Rp5.000.000.
b. Jalur Kontribusi Khusus
- Uang pangkal: Rp50.000.000.
- Uang komite sekolah: Rp1.000.000.
- Uang kontribusi khusus: Rp125.000.000.
- Sumbangan sukarela: sesuai kesanggupan.
- Biaya operasional pendidikan: Rp5.000.000.
Sementara itu, biaya pendidikan di SMAT KN terbagi dalam beberapa komponen. Berikut rinciannya: