Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan istri Anis Kartikawati saat mengikuti Wisuda Unair Periode 241, Minggu (3/3/2024). Foto: PKIP Unair
JAKARTA, (ERAKINI) - Ada yang unik pada acara WisudaUniversitas Airlangga (Unair) di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus MERR-C, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/3/2024). Pada WisudaUnair Periode 241 itu terdapat beserta istri dan .
Wisuda tersebut juga menjadi momen bahagia bagi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama sang istri Anis Kartikawati. Keduanya resmi menyandang gelar Magister dari Unair. Keduanya diwisuda bersama dengan 1.069 lulusan lainnya.
Sebagai kepala daerah ia bersama istri tentu punya banyak kesibukan. Namun, meski memiliki banyak kesibukan Yuhronur dan sang istri akhirnya mampu menyelesaikan studi Magisternya dengan baik.
Kini Yuhronur dan istri resmi tergabung dalam keluarga alumni Unair. Mereka berdua merupakan alumni Program Magister Studi Ekonomi Kesehatan Sekolah Pascasarjana Unair.
Yuhronur bercerita, Unair menjadi pilihan sebagai labuhan melanjutkan pendidikan karena beberapa alasan. Salah satunya reputasi Unair yang masuk TOP 345 pada QS World University Rankings (WUR).
“Unair sebagai salah satu universitas terbaik di dunia juga menjadi alasan kami,” katanya, dikutip dari laman resmi Unair, Senin (4/3/2024).
Yuhronur mengungkapkan bahwa selama menimba ilmu di Unair banyak pengalaman menyenangkan yang didapat. Di antaranya ia bersama istri memiliki kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan para dosen dan guru besar.
“Kami banyak berdiskusi dengan para dosen dan guru besar. Dari diskusi itu, muncul berbagai inovasi. Inovasi-inovasi ini tentu bermanfaat bagi kepentingan kemajuan bangsa,” ujarnya.
Yuhronur dan istri tertarik mempelajari ekonomi kesehatan mengingat topik tersebut sangat erat kaitannya dengan pekerjaannya, termasuk masyarakat “Ini (Ekonomi Kesehatan) merupakan disiplin ilmu baru ya. Jadi, bagi kami hal yang menarik. Kebetulan juga ilmunya bersinggungan dengan kegiatan sehari-hari,” ungkapnya.
Mengenai agenda ke depan, Yuhronur mengaku setelah lulus dari Sekolah Pascasarjana UNAIR ia dan sang istri akan tetap mengabdikan diri untuk kepentingan masyarakat. Dengan ilmu itu, ia berharap kian dapat memberikan kontribusi yang lebih baik kepada masyarakat.
Wisudawan Terkontributif
Momen wisudaUnair periode 241 itu juga menjadi hari bahagia bagi Bupati Banyuwangi Hj Ipuk Fiestiandini Azwar Anas. Kesibukan sebagai seorang bupati tidak menyurutkan semangat Ipuk untuk terus memperjuangkan pendidikannya. Bahkan, dalam periode wisuda kali ini Ipuk dinobatkan sebagai Wisudawan Terkontributif Dalam Dunia Pendidikan.
Ipuk mengaku sangat bangga menjadi bagian dari keluarga besar Unair. Menurutnya, Unair merupakan perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Selain itu, Unair juga senantiasa memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk dapat belajar di mana saja dan kapan saja.
Bagi Ipuk, tantangan selama menjadi mahasiswa bukanlah hal yang bermasalah. Dia merasa bahwa tantangan sangat dibutuhkan untuk menggapai sesuatu dengan maksimal. Tanpa tantangan, perjalanan dan kisah tidak akan menjadi menarik dan asyik.
Di tengah jadwal yang padat, Bupati Banyuwangi tersebut tetap mengutamakan pendidikannya. Tak jarang, rekan seperjuangannya di bangku kuliah senantiasa membantu Ipuk. Perbedaan generasi antara ia dengan mahasiswa lain tidak menjadi jarak berinteraksi baginya.
“Tantangan itu wajar, kita harus dapat membagi waktu. Ketika teman-teman saya mengikuti perkuliahan secara offline, saya meminta izin untuk dapat mengikuti secara online. Sebab tengah bertugas di Banyuwangi. Alhamdulillah, saya mendapatkan teman-teman yang baik. Saya bisa lulus berkat motivasi dari teman-teman mahasiswa,” tukasnya.
Ipuk pun berpesan kepada seluruh mahasiswa Unair untuk terus berusaha dan semangat menyelesaikan pendidikan. Dengan segala keterbatasan, dia percaya bahwa Allah pasti memberikan kemudahan