Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meraih gelar Doktor setelah menjalani sidang terbuka di Universitas Airlangga (Unair) pada Senin (7/10/2024). AHY mengangkat disertasi dengan judul "Kepemimpinan Transformasional dan Orkestrasi Sumber Daya Manusia Menuju Indonesia Emas 2045".
AHY yang merupakan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) saat ini menempuh program studi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) di Sekolah Pascasarjana Unair. Ia dinyatakan lulus dalam waktu masa studi 3 tahun 1 bulan 2 hari, dengan predikat cumlaude alias dengan pujian.
Sementara Bahlil, meraih gelar Doktor dari Universitas Indonesia (UI) pada Rabu (16/10/2024). Dalam sidang terbuka, Bahlil berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia".
Sama dengan AHY, Bahlil juga mendapat predikat cumlaude. Hanya Bahlil lebih cepat menyelesaikan masa studinya, yakni 1 tahun 8 bulan atau 3 semester. Waktu studi Bahlil dalam meraih gelar Doktor itulah yang menjadi perdebatan netizen. Sebab, waktu studinya di luar standar aturan yang berlaku.
Netizen lalu membandingkan dengan masa studi AHY yang mencapai 3 tahun, padahal sama-sama memiliki kesibukan sebagai menteri dan ketua umum partai.
Dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (17/10/2024), studi S-3 atau Program Doktor merupakan jenjang pendidikan formal tertinggi yang ditempuh di perguruan tinggi. Di Indonesia, Program Doktor membutuhkan waktu 3-5 tahun, sedangkan di luar negeri bisa berkisar 3-7 tahun, tergantung negara dan institusinya.
Kelulusan Program Doktor memungkinkan lebih lama, tergantung dari bidang studi yang diambil. Beberapa bidang, seperti ilmu alam atau teknik, memungkinkan butuh waktu lebih lama karena perlu penelitian eksperimental.
Status mahasiswa penuh waktu atau full-time umumnya bisa menyelesaikan studi lebih cepat dibanding yang paruh waktu atau part-time. Namun, status ini juga tidak dapat dijadikan parameter, karena kembali lagi ke tujuan masing-masing mahasiswa.
Syarat mendapatkan gelar
Doktor Untuk memperoleh gelar Doktor di UI, seseorang harus memenuhi beberapa persyaratan.
Berikut syarat mendapatkan gelar Doktor, mengacu Peraturan Rektor Universitas Indonesia Nomor 3 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Program Doktor:
1. Masa tempuh kurikulum pProgram Doktor dirancang sepanjang 6 semester yang terdiri atas dua semester pembelajaran yang mendukung penelitian, dan empat semester penelitian.
2. Masa studi mahasiswa Program Doktor maksimum 12 semester.
3. Masa studi sebagaimana dimaksud pada ayat 2 diperhitungkan untuk semua status akademik sebelum lulus atau keluar.
4. Khusus untuk program studi yang diselenggarakan bekerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri dapat menyusun beban belajar dan masa tempuh kurikulum yang berbeda dengan ketentuan peraturan rektor ini.
Terkait dengan gelar Doktor yang diraih Bahlil, Kepala Biro Humas dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) UI, Amelita Lusia, mengatakan, Ketua Umum Partai Golkar itu tercatat sebagai mahasiswa SKSG UI tahun 2022. Bahlil mendaftar melalui jalur riset dalam Program Doktor UI.
"Jadi, Program Doktor di SKSG ada yang by research, sama seperti di beberapa perguruan tinggi lain," kata Amelita .
Program pendidikan jalur riset menekankan pada kemampuan calon Doktor dalam melakukan penelitian ilmiah. Jalur riset tersebut diatur dalam Peraturan Rektor UI Nomor 016 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Program Doktor di UI.
Dengan program ini, kata dia, Bahlil yang saat ini menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tak perlu berfokus mengikuti mata kuliah di dalam kelas. Bahlil bisa memperoleh gelar doktor dengan mengerjakan sebuah penelitian independen. Beban studi Program Doktor UI adalah 48–52 SKS.
"Mereka (mahasiswa S-3) dimungkinkan selesai dalam jangka waktu seperti dimuat dalam Peraturan Rektor itu," tutup Amelita.