eguh Setyabudi akan memimpin Jakarta hingga pelantikan gubernur terpilih hasil Pilkada 2024 pada 7 Februari 2025. Foto: Dok Kemendagri
JAKARTA, (ERAKINI) - Teguh Setyabudi akan memimpin Jakarta hingga pelantikan gubernur terpilih hasil Pilkada 2024 pada 7 Februari 2025. Teguh ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta pengganti Heru Budi Hartono.
Teguh Setyabudi yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), akan dilantik sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta pada Jumat (18/10) besok. Berikut kiprah dan latar belakang , dikutip dari laman dukcapil.kalbarprov.go.id, Kamis (17/10/2024).
Teguh Setyabudi lahir di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada 8 Maret 1967. Teguh adalah anak keempat dari sembilan bersaudara pasangan H Kardoyo (almarhum) dan Hj Sulastri (almarhumah).
Sejak kecil, Teguh dibesarkan di lingkungan pendidikan. Sebab, kedua orang tuanya merupakan guru. Pendidikan TK hingga SMA ditempuh Teguh di kota kelahirannya. Sejak SD hingga SMA, Teguh selalu menjadi bintang di sekolahnya, karena konsisten selalu berada dalam rangking 1-3.
Tapi Teguh bukan kutu buku. Selain berprestasi di dunia akademis, ia juga aktif dalam kegiatan ekstra kurikuler baik di Pramuka, OSIS, maupun Badan Perwakilan Murid.
Pada tahun 1981, dia menjadi salah satu siswa SMP yang menjadi perwakilan Kabupaten Banyumas untuk mengikuti Jambore Nasional Pramuka di Cibubur Jakarta. Lulus SMA pada tahun 1986 di Purwokerto, ia melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi dan diterima di Jurusan Ilmu Pemerintahan Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Di perguruan tinggi, sosok Teguh Setyabudi juga terus bersinar. Bukan cuma cerdas di dunia akademis yang bisa dilihat dari Indeks Prestasi (IP), ia juga aktif dalam kegiatan ekstra kurikuler, yakni di Korps Mahasiswa Ilmu Pemerintah (Komap Fisipol UGM) maupun Senat Mahasiswa Fisipol UGM.
Ia terpilih menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fisipol UGM periode 1987-1988. Pengalamannya dalam dunia akademis maupun kegiatan organisasi, menjadikan Teguh mudah cair dalam berbagai pergaulan.
Untuk memenuhi tugas akhir sebagai mahasiswa S-1 Fisipol UGM, Teguh menyusun skripsi dengan judul menarik, yakni "Perkembangan Peran dan Fungsi DPR RI Periode 1967 sampai dengan 1987".
Pada tahun 1991, Teguh meraih gelar S-1 dengan predikat lulusan terbaik Fisipol UGM. Sebagai lulusan terbaik, banyak membawa berkah bagi Teguh. Pada 1991, dia diterima menjadi karyawan di Badan Diklat Departemen Dalam Negeri melalui program khusus.
Saat itu lulusan terbaik Fisipol UGM langsung diterima sebagai karyawan di Badan Diklat Depdagri, namun belum berstatus PNS. Sebagai staf baru di Depdagri, dia tidak perlu lama menyesuaikan diri dengan dunia birokrasi.
Pada Januari 1993, secara resmi Teguh berstatus sebagai PNS. Ia mengawali kariernya sebagai PNS di Badan Pendidikan dan Pelatihan. Begitu jadi PNS, berbagai kegiatan diklat, baik Diklat Teknis, Diklat Kepemimpinan maupun Diklat Fungsional banyak diikuti, dan itu menjadikannya dia semakin matang.
Pengalaman mengajar di berbagai daerah, menjadikan Teguh kenal persis berbagai daerah di Indonesia. Pada tahun 1996, seluruh provinsi di Indonesia yang saat itu masih berjumlah 27 provinsi, sudah dikunjunginya.
Pada tahun 1997, Teguh berhasil menyelesaikan studi S-2 dan memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd.) dari IKIP Negeri Jakarta yang sekarang Bernama Universitas Negeri Jakarta.
Background pendidikan S-2 di bidang Teknologi Pendidikan tersebut menjadikan Teguh yang bertugas di Badan Diklat Departemen Dalam Negeri, memiliki kompetensi yang pas, yakni S-1 di bidang Ilmu Pemerintahan dan S-2 di bidang Teknologi Pendidikan.
Dalam hal pengembangan karier, dari tingkatan staf sampai dengan jabatan eselon III dijalani di Badan Diklat Kementerian Dalam Negeri. Pada tahun 2010 di usia 43 tahun, Teguh dipromosikan sebagai Kepala Biro Umum Setjen Kemendagri.
Dalam masa tugasnya sebagai Kepala Biro Umum Kemendagri, Teguh mengubah wajah Kantor Pusat Kemendagri yang berada di Jalan Merdeka Utara sampai dengan Jalan Veteran, yang tadinya relatif kusam dan relatif semrawut, menjadi Kemendagri yang berwajah modern, rapi, bersih, segar dan nyaman sebagaimana yang terihat sampai dengan saat ini.
Setelah 3,5 tahun menjabat sebagai Kepala Biro Umum Kementerian Dalam Negeri, pada akhir tahun 2013, Teguh Setyabudi mendapat mutasi dan menduduki jabatan sebagai Direktur Penataan Daerah dan Otonomi Khusus pada Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri.
Pada saat menduduk jabatan inilah dia mendapat pengalaman yang betul-betul riil terkait berbagai implementasi kebijakan dan isue isue politik khususnya yang terkait penataan daerah dan otonomi khusus di daerah.
Pada tahun 2015, saat dibuka open recruitment (seleksi terbuka) untuk beberapa Jabatan Tinggi Madya (eselon I) di lingkungan Kemendagri, Teguh ikut mendaftar sebagai calon Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM}.
Setelah melalui rangkaian seleksi, dia menduduki 3 besar terbaik. Pda Februari 2016 Teguh pun dilantik sebagai Kepala BPSDM Kemendagri. Teguh dilantik sebagai pejabat eselon I pada saat usia masih relatif muda, yaitu menjelang 49 tahun.
Selanjutnya, pada pada 19 Februari 2018 ia mendapat amanah dan kepercayaan untuk mengemban tugas sebagai Pj Gubernur Sulawesi Tenggara.
Pada 5 September 2018, dengan dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara yang definitif, Teguh mengakhiri tugasnya sebagai Pj Gubernur.
Pada tahun 2020 Teguh Setyabudi berhasil menyelesaikan studi S-3nya dan memperoleh gelar Doktor Ilmu Pemerintahan di Institut Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan predikat cum-laude.
Disertasi yang disusun juga sangat menarik, yakni tentang pilkada langsung yang berjudul “Analisis Dinamika Pemilihan Langsung Gubernur dan Wakil Gubernur – Studi Kasus di Provinsi Sulawesi Tenggara”.
Isi disertasi tersebut merupakan hasil penelitian dan pengalaman langsung Teguh Setyabudi pada saat menjadi Pj Gubernur Sulawesi Tenggara.
Pada tahun 2020 pada saat pelaksanaan pilkada serentak di masa pandemi Covid-19, Teguh dipercaya kembali untuk memimpin daerah yaitu sebagai Pjs Gubernur Kalimantan Utara, dan amanah itu pun bisa dilaksanakan dengan baik dan penuh tamggung jawab.
Pada 15 Maret 2023, ia mendapat kepercayaan dari Mendagri Muhammad Tito Karnavian sebagai Dirjen Dukcapil menggantikan Zudan Arif Fakrulloh yang dilantik sebagai Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).
Dalam kehidupan pribadi, Teguh Setyabudi yang menikah dengan Ika Octaviana, seorang PNS di Kemendagri, pada 2 Desember 1994 telah dikaruniani 2 orang anak, yakni laki-laki dan perempuan.
Anak pertamanya bernama Muhammad Rafiadi Setyapratama, lulusan dari sekolah penerbangan BIFA yang sekarang sudah menjadi pilot pada maskapai Garuda Indonesia, dan bertugas membawa pesawat Boeing 737 seri 800 NG.
Sedangkan anak perempuannya bernama Rahma Tyas Ayu Fairuztika lulusan dari Lasalle College of Arts Singapore dengan mengambil program studi Desain Grafis dan saat ini sudah bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta.