Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid Sebut Ekonomi Syariah Dorong Kesejahteraan Umat
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Sodik Mudjahid, menilai ekonomi syariah memiliki potensi besar dalam mendorong kesejahteraan masyarakat serta menciptakan pemerataan ekonomi di Indonesia.
Menurut Sodik, Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah seharusnya mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata apabila didukung oleh sistem ekonomi yang berorientasi pada keadilan sosial.
Sodik menjelaskan, ekonomi syariah tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), tetapi juga mencakup berbagai sektor strategis, seperti perbankan syariah, asuransi syariah, pegadaian syariah, industri halal, pariwisata ramah muslim, hingga pengelolaan harta waris.
Meski demikian, Sodik menegaskan bahwa instrumen ZIS tetap memiliki peran penting dalam menekan angka kemiskinan apabila dikelola secara optimal dan profesional.
Berdasarkan perhitungan Kementerian Agama serta hasil riset Baznas bersama Indikator, potensi zakat dan dana sosial keagamaan di Indonesia diperkirakan mencapai Rp1.000 triliun per tahun atau sekitar sepertiga dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Namun, menurut dia, realisasi penghimpunan dana tersebut hingga kini baru mencapai sekitar 8 persen dari total potensi yang tersedia.
"Bapak Presiden kita, Bapak Prabowo, orang yang cerdas soal angka-angka. Beliau hafal bahwa sekarang potensi zakat, infak, sedekah baru terhimpun 8 persen. Karena itu, kumpulnya kita sekarang adalah untuk merapatkan barisan membangun ekonomi syariah sebagai alternatif ekonomi liberalis-kapitalis. Minimal kita bisa kumpulkan Rp500 triliun untuk mengentaskan saudara-saudara kita dari kemiskinan," ujar Sodik seperti dilansir dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabu (8/7/2026).
Lebih lanjut, Sodik menilai sistem ekonomi liberalis-kapitalis saat ini mulai dipertanyakan karena dinilai belum mampu mewujudkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan.
“Kondisi ini menjadi momentum bagi ekonomi syariah untuk tampil sebagai alternatif dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui sistem yang lebih berkeadilan,” tuturnya.

















