BI Dorong Pendakwah Berperan Lebih Besar Kembangkan Ekonomi Syariah
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Bank Indonesia (BI) mendorong para pendakwah di Indonesia mengambil peran lebih besar dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. Selain menyampaikan dakwah keagamaan, para dai dinilai dapat menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat, termasuk dalam meningkatkan literasi dan penggunaan instrumen ekonomi syariah.
Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Muhammad Nuryazidi, mengatakan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia menunjukkan tren yang positif. Menurut dia, keterlibatan para pendakwah dapat semakin memperkuat capaian tersebut.
Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2024/2025, Indonesia kini menempati peringkat ketiga dunia dalam kinerja ekonomi syariah.
"Ini sudah naik, jadi memang progres itu penting. Jadi bukan hanya targetnya berapa, melainkan kita juga lihat progres-nya. Walaupun belum nomor satu, tapi kita sudah naik dari posisi tujuh, sekarang sudah nomor tiga," kata Nuryazidi, seperti dikutip dari MUI Digital, Rabu (1/7/2026).
Ia optimistis, peran dai yang lebih aktif dalam menggerakkan perubahan masyarakat akan mampu mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia sekaligus meningkatkan posisi Indonesia dalam kancah ekonomi syariah global.
Menurut Nuryazidi, Indonesia memiliki potensi besar untuk terus mengembangkan sektor ekonomi syariah, mulai dari industri fesyen muslim, pariwisata halal, farmasi, makanan dan minuman halal, hingga sektor keuangan syariah.
Selain itu, kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian nasional juga terus meningkat.
"Dan yang mungkin menggembirakan buat kita adalah market share ekonomi syariah terhadap PDB Indonesia sudah 27 persen. Artinya ekonomi keuangan syariah ini sudah berkontribusi sangat besar," ujarnya.
Nuryazidi mengungkapkan, pencapaian tersebut didukung oleh meningkatnya tingkat pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.
Berdasarkan hasil survei tahun 2025, indeks literasi ekonomi dan keuangan syariah telah mencapai 50,18 persen. Menurut dia, angka tersebut menunjukkan Indonesia masih berada pada jalur yang positif dalam pengembangan ekonomi syariah.
















