Para personel Band Armada saat di atas panggung dalam sebuah konser. (Foto: Instagram/armadaband).
JAKARTA, (ERAKINI) – Siapa tak kenal lagu fenomenal ‘Mau Dibawa ke Mana’ dan ‘Pagi Pulang Pagi’? Lagu yang begitu easy listening ini tak lain dan tak bukan datang dari grup bandArmada. Lagu ini seperti sudah melekat di hati masyarakat Indonesia, bahkan hingga saat ini.
Kali ini Erakini akan mengulas sedikit mengenai band fenomenal Armada. Grup pop asal Indonesia yang tergolong eksis, konsisten dan telah bertahan lama di industri ini berasal dari Palembang, Sumatera Selatan.
Berawal dengan nama Kertas, pergantian nama menjadi Armada yang secara resmi terjadi pada 8 Oktober 2007, menandai babak baru dalam perjalanan musik mereka. Saat ini, Armada terdiri dari tiga personel inti: Tsandi Rizal Adi Pradana (Rizal) sebagai vokalis utama, Andika Maihendra Yuda (Mai) sebagai gitaris utama dan Meri Yandi sebagai drummer.
Musik mereka didominasi oleh nuansa pop melayu atau pop melankolis, yang menjadi ciri khas dan daya tarik tersendiri di tengah persaingan industri musik. Berikut ulasan perjalanan singkat BandArmada, dirangkum Erakini, Kamis (24/7/2025)!
Grup ini mulai terbentuk pada tahun 2005 dengan nama Kertas, beranggotakan Rizal, Radha, Argha, Endra, dan Andit. Saat itu, mereka mengusung genre pop dan mulai dikenal lewat lagu ‘Kekasih yang Tak Dianggap’, yang kemudian juga dinyanyikan ulang oleh Pinkan Mambo.
Tahun 2007, mereka memutuskan untuk rebranding dan mengganti nama menjadi Armada. Formasi baru tetap melibatkan Rizal, Radha, Endra, dan Andit. Album debut mereka dengan nama baru ini berjudul ‘Balas Dendam’ (2008), dengan single andalan ‘Gagal Bercinta’, yang mulai membawa mereka ke perhatian publik.
Lompatan Popularitas
Tahun 2009 menjadi tonggak penting ketika mereka merilis album ‘Hal Terbesar’ disertai bergabungnya Mai sebagai gitaris. Lagu-lagu seperti ‘Buka Hatimu’ dan ‘Mau Dibawa Ke mana’ dari album ini membawa Armada ke puncak popularitas. Sejak saat itu, nama mereka terus berkibar di industri musik Indonesia.
Pada 18 Maret 2012, Armada merilis album ‘Satu Hati Sejuta Cinta’ yang secara eksklusif dipasarkan melalui jaringan gerai KFC. Album ini berisi kombinasi antara lagu-lagu baru dan hits lama.
Album kelima mereka, ‘Pagi Pulang Pagi’ hadir di tahun 2014, dengan lagu utama berjudul ‘Pergi Pagi Pulang Pagi’ yang menjadi salah satu anthem pekerja urban saat itu.
Tahun 2018, Armada turut menyumbang lagu untuk film ‘Si Doel The Movie’ dengan membawakan kembali lagu legendaris ‘Si Doel Anak Sekolahan’. Di tahun yang sama, Radha memutuskan mundur dari band untuk fokus pada kehidupan spiritual sebagai pendakwah.
Kemudian di tahun 2020, Endra juga meninggalkan grup tanpa pengumuman resmi. Ia sempat berjuang melawan penyakit meningitis sebelum akhirnya memilih berhenti dari dunia musik.
Personel Armada dalam formasi aktif 2025 ini yaitu Rizal (vokalis utama dari 2005 - sekarang), Meri Yandi (drummer dari 2005 - sekarang), Mai (gitaris dari 2009–sekarang). Anggota pendukungnya di antaranya: Dedek Kamajaya (gitaris ritme dari 2018–sekarang), Bobby BYC (keyboardist dari 2009–sekarang), Ryan Pex Ali (bassist dari 2023–sekarang). Mantan anggota BandArmada yaitu Radha (gitaris dari 2005–2018), Endra (bassist dari 2005–2020), Argha (gitaris utama dari 2005–2007), Andit (drum (2005)
Deretan Album BandArmada
Album Studio
1. Kekasih yang Tak Dianggap (sebagai Kertas, 2006)
2. Balas Dendam (2008)
3. Hal Terbesar (2009)
4. Buka Hatimu (2009)
5. Satu Hati Sejuta Cinta (2012)
6. Pagi Pulang Pagi (2014)
7. Maju Terus Pantang Mundur (2017)
8. Dengerin Abang (2018)
9. Kita Bersaudara (2021)
Album Kompilasi
- Inbox Vol. 4 (2010) - All Stars Ramadhan (2014) - Cahaya Bintang Ramadhan (2015) - The Best Nada Kita (2017) - Energy of Asia (2018)
Single Populer
- Berdoa Untuk Semua (2015) - Pulang Malu Tak Pulang Rindu (2015) - Asal Kau Bahagia (2018) – menjadi inspirasi film dengan judul sama - Adam Hawa (2018) - Bukan Anak Kemarin Sore (lagu resmi Asian Games 2018) - Si Doel Anak Betawi (OST Si Doel The Movie, 2018) - Demi Tuhan, Aku Ikhlas feat. Ifan Seventeen (2019) - I Will (2019) - Jangan Bersedih (2019) - Penjahat Berwajah Indah (2019) - Awas Jatuh Cinta (2020) - Saling Bantu (2020) – kolaborasi dengan Marcell, Shanty, Bams, dan lainnya - Hidup di Jalan-Nya (2021) - Menjemput Jodoh (2021) - Halu Boss (2021) - Memori (2023) - Ramein Masjid (2025)
Dengan karier yang telah melampaui dua dekade, Armada membuktikan diri sebagai band pop melayu yang mampu bertahan dari gempuran tren dan regenerasi industri. Lewat lagu-lagu penuh emosi, tema keseharian, serta konsistensi bermusik, Armada tetap menjadi salah satu band dengan basis penggemar kuat hingga tahun 2025.