Poster resmi film 'Shutter', remake horor Thailand. Film ini menyuguhkan aksi Vino G. Bastian menghadapi teror gaib lewat lensa kamera dan akan tayang mulai 30 Oktober 2025. (Foto: Movieboxxx).
JAKARTA, (ERAKINI) - Aktor papan atas Vino G. Bastian kembali membintangi proyek remake besar. Kali ini, ia dipercaya oleh Falcon Pictures untuk menjadi tokoh utama dalam filmhoror supernatural terbaru berjudul Shutter.
Film ‘Shutter’ merupakan adaptasi dari film Thailand yang pernah mencuri perhatian dunia dan kini hadir dalam versi Indonesia yang lebih segar dan menegangkan.
Melalui trailer yang baru saja dirilis, penonton diperlihatkan pada sosok Darwin (diperankan oleh Vino), seorang fotografer profesional yang hidupnya berubah drastis setelah sebuah kecelakaan misterius. Kamera yang selama ini menjadi alat kerjanya, justru menjadi medium munculnya teror dari dunia lain. Berikut ini sinopsisnya!
Sebagaimana dilihat dari trailer yang dirilis oleh kanal YouTube Cinepolis Indonesia, teror di film ‘Shutter’ berawal dari sebuah foto. Cerita bermula ketika Darwin dan kekasihnya, Pia, diperankan oleh Anya Geraldine,, tidak sengaja menabrak seorang wanita tak dikenal saat berkendara.
Sejak tragedi itu, hidup Darwin dihantui oleh penampakan-penampakan aneh yang muncul dari hasil jepretan kameranya. Sosok perempuan yang mereka tabrak terus muncul dalam setiap foto yang ia ambil, menyisakan pertanyaan dan ketakutan yang tak berujung.
Diliputi kegelisahan dan rasa bersalah, Pia memutuskan untuk mencari tahu siapa sebenarnya wanita tersebut. Penyelidikan itu malah membuka lembaran kelam dari masa lalu Darwin yang selama ini dikubur rapat. Fakta demi fakta yang terkuak mengubah segalanya, termasuk hubungan mereka.
Tidak hanya dibintangi oleh Vino G. Bastian dan Anya Geraldine, film ini juga menghadirkan sejumlah nama besar di dunia perfilman Indonesia, seperti Niken Anjani, Donny Alamsyah, Andri Mashadi, Rukman Rosadi dan Nugie.
Menurut Falcon Pictures, film ‘Shutter’ versi Indonesia ini tak hanya sekadar remake, tetapi juga reinterpretasi yang disesuaikan dengan nuansa lokal, tanpa menghilangkan inti cerita aslinya. Sentuhan sinematografi modern dan efek visual terkini akan menjadikan film ini sebagai salah satu pengalaman horor terbaik di layar lebar tahun ini.