Jeff Bezos dan Lauren Sanchez meninggalkan hotel untuk menghadiri resepsi pra-pernikahan mereka di Venesia, Italia, Kamis, 26 Juni 2025. Foto: AP/Luca Bruno
JAKARTA, (ERAKINI)) - Kota Venesia, Italia, menjadi sorotan dunia pada Jumat (27/6/2025) seiring digelarnya pernikahan mewah miliarder Jeff Bezos dengan tunangannya, Lauren Sanchez. Pesta mantan CEO Amazon ini diperkirakan menghabiskan biaya mencapai USD56 juta atau Rp900 miliar lebih (kurs Rp16.400.)
Pernikahan ini disebut-sebut sebagai yang paling dinanti tahun 2025, menampilkan latar kota paling memesona di dunia, tamu-tamu kalangan elit, hingga sorotan tajam dari publik dan aktivis. Pasangan yang pernah menjelajah luar angkasa ini merayakan cinta mereka dalam serangkaian acara yang tersebar di sejumlah lokasi ikonik di Venesia selama tiga hari berturut-turut, yaitu.
- Kamis (26/6): Resepsi diselenggarakan di biara Madonna dell’Orto, kompleks gereja abad ke-14 yang juga menjadi tempat peristirahatan terakhir pelukis Renaissance, Tintoretto.
- Jumat (27/6): Upacara pernikahan digelar di Pulau San Giorgio, pulau bersejarah dengan taman yang terawat, amfiteater terbuka, marina pribadi, dan Fondazione Giorgio Cini.
- Sabtu (28/6): Resepsi lanjutan akan digelar di Arsenale, kompleks bekas pangkalan angkatan laut yang kini menjadi pusat budaya dan lokasi utama Biennale.
Dilansir kantor berita Associated Press (AP), pada Kamis puluhan jet pribadi telah mendarat di Bandara Venesia, sementara kapal pesiar mewah memasuki kanal-kanal kota. Di dalamnya terdapat atlet, selebritas, influencer, dan tokoh bisnis yang berkumpul untuk merayakan kemewahan, simbol cinta sekaligus kekayaan luar biasa pasangan ini.
Gemerlap perayaan ini mengingatkan pada pernikahan George Clooney dan Amal Alamuddin tahun 2014 di Venesia, ketika warga berkerumun di kanal dan ratusan orang berkumpul di luar Balai Kota. Namun kali ini berbeda. Pernikahan ini justru memicu protes. Meski begitu, semangat pesta tak kunjung surut. Para pesohor bersiap berpesta, dan paparazi berebut mengabadikan momen megah ini.
Pernikahan ini dihadiri para selebritas, tokoh bisnis, dan atlet ternama. Beberapa di antaranya yang tertangkap kamera adalah Oprah Winfrey, Kim Kardashian, Ivanka Trump, Tom Brady, dan Orlando Bloom. Paparazi mengikuti dari atas kapal motor, sementara polisi berpatroli dengan jet ski demi menjaga keamanan.
Pesta tersebut diperkirakan menelan biaya hingga USD56 juta atau sekitar Rp900 miliar, jauh melampaui rata-rata biaya pernikahan di AS yang hanya sekitar USD36.000. Perencana acara menyebut biaya di Venesia bisa tiga kali lebih mahal dibanding kota besar lain seperti Roma atau Florence, karena kompleksitas transportasi dan logistik di kota yang seluruhnya bertumpu pada jaringan kanal.
Venesia memang dikenal dengan jaringan kanalnya, di mana para gondolier bernyanyi untuk pasangan yang sedang dimabuk cinta, dan bahkan ambulans pun berupa perahu. Namun, menurut Jack Ezon, CEO agensi perjalanan mewah Embark Beyond, mengangkut segala sesuatu lewat air, mulai dari bunga hingga tamu, membuat Venesia menjadi salah satu kota tersulit di dunia untuk menggelar pesta.
"Ini komunitas yang sangat terikat, semua orang saling mengenal dan Anda harus bekerja dengan orang yang tepat," kata Ezon, yang telah mengatur belasan acara mewah di Venesia. "Pengawasan sangat ketat, terutama dalam hal pergerakan perahu," lanjutnya.
Ia menyebutkan, biaya penyelenggaraan acara di Venesia bisa tiga kali lipat dibandingkan di Roma atau Florence. Gubernur Veneto Luca Zaia menjadi yang pertama memberikan estimasi biaya pesta Bezos/Sanchez. Ia menyebut total terakhir yang ia lihat berkisar antara 40 hingga 48 juta euro atau sekitar USD56 juta.
Angka yang mengejutkan ini lebih dari 1.000 kali lipat rata-rata biaya pernikahan pasangan di Amerika Serikat tahun 2025, yakni sekitar USD36.000 menurut situs perencana pernikahan Zola. Tim Bezos merahasiakan detail ke mana uang itu mengalir. Ketika putra bungsu orang terkaya di Asia menikah tahun lalu, penampilan dari Rihanna dan Justin Bieber turut mendongkrak biaya.
Media lokal melaporkan upacara pernikahan akan digelar Jumat di Pulau San Giorgio, di seberang Lapangan Santo Markus (St. Mark's Square). Jurnalis AP yang memantau dari kapal melihat tenda didirikan dan keamanan pribadi berjaga di setiap dermaga, termasuk yang baru dibangun. Media juga melaporkan resepsi Sabtu di Arsenale, bekas pangkalan angkatan laut yang kini menjadi lokasi utama Biennale.
Picu Gelombang Protes
Meski menjadi momen glamor yang diperkirakan memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal, pesta ini juga memicu gelombang protes. Sejumlah organisasi lokal, termasuk pegiat perumahan, aktivis lingkungan, dan kelompok mahasiswa, melancarkan kampanye bertajuk "No Space for Bezos", sebagai sindiran terhadap perusahaan luar angkasa milik Bezos, Blue Origin.
Protes menyoroti ketimpangan sosial, dominasi turisme terhadap kebutuhan warga, serta kerentanan Venesia terhadap krisis iklim. Greenpeace bahkan membentangkan spanduk di Lapangan Santo Markus yang menuding Bezos enggan membayar pajak secara adil. Sebuah manekin botak menyerupai Bezos diarak di kanal kota dengan tangan menggenggam uang palsu.
Namun, sejumlah pejabat, termasuk Wali Kota Venesia dan Menteri Pariwisata Italia Daniela Santanche, membela pernikahan ini. Mereka menilai acara tersebut membawa dampak promosi global dan pemasukan besar bagi sektor pariwisata.
“Akan ada foto di mana-mana. Media sosial akan heboh membahas gaun pengantin, lokasi, dan pesta. Ini adalah promosi gratis luar biasa bagi Venesia dan Italia,” ujar Santanche.
Sentuhan Filantropi
Di tengah kritik, muncul juga kabar bahwa Bezos melalui Earth Fund telah menyumbang dana penting untuk CORILA, lembaga riset lingkungan yang berfokus pada perlindungan ekosistem laguna Venesia. Lembaga itu menyebut kontak pertama dengan pihak Bezos terjadi sejak April, jauh sebelum aksi protes mencuat.
Jeff Bezos, yang kini memiliki kekayaan mencapai USD231 miliar versi Forbes, mundur dari posisi CEO Amazon pada 2021 dan menyatakan ingin fokus pada proyek luar angkasa, media, dan filantropi. Ia juga mengumumkan rencana untuk menyumbangkan sebagian besar kekayaannya selama hidupnya.
Meski kontroversial, pernikahan Bezos dan Sanchez tampaknya akan tercatat sebagai salah satu pesta pernikahan termegah abad ini, dan akan terus dibicarakan baik karena kemewahannya maupun pesan sosial yang menyertainya.