Di Indonesia, posisi teratas orang terkaya dipegang oleh taipan batu bara Low Tuck Kwong, yang tahun ini mencatat kekayaan sebesar USD27,3 miliar atau sekitar Rp437 triliun. Foto: Dok Forbes
JAKARTA, (ERAKINI) - Daftar orang terkaya masih menjadi perhatian banyak orang di tengah kondisi guncangan ekonomi saat ini. Tetapi nyatanya, daftar orang tajir malah terus bertambah.
Berdasarkan laporan terbaru Forbes yang dirilis pada 2025, untuk pertama kalinya jumlah miliarder dunia mencapai angka lebih dari 3.000 orang. Pada tahun 2025 ini mencatat ada 3.028 miliarder di seluruh dunia, meningkat 247 orang dibandingkan tahun sebelumnya. menggunakan harga saham dan nilai tukar per 7 Maret 2025 untuk menyusun daftar ini.
Jumlah ini menjadi tonggak sejarah baru sejak Forbes mulai melacak miliarder global pada tahun 1987, ketika hanya ada 140 orang dalam daftar. Butuh dua dekade untuk melampaui angka 1.000, lalu mencapai 2.000 pada 2017. Kini, delapan tahun kemudian, angka tersebut kembali melonjak melewati batas 3.000.
Tak hanya bertambah secara jumlah, kekayaan para miliarder juga meningkat drastis. Total kekayaan kolektif mereka mencapai USD16,1 triliun, naik hampir USD 2 triliun dibandingkan tahun 2024, rekor tertinggi sepanjang masa.
Amerika Serikat tetap menjadi rumah bagi jumlah miliarder terbanyak, dengan 902 orang. Disusul oleh China (termasuk Hong Kong) dengan 516 miliarder, dan India di posisi ketiga dengan 205 miliarder. Sedangkan Indonesia menyumbang 33 nama dalam daftar 3.000 miliarder global tersebut.
Di dunia, Elon Musk masih tercatat sebagai orang terkaya di dunia dengan nilai kekayaan bersih mencapai (USD342 miliar atau sekitar Rp5.472 triliun. Sumber kekayaan pria berusia 53 tahun berasal dari Tesla dan SpaceX.
Di Indonesia, posisi teratas orang terkaya dipegang oleh taipan batu bara Low Tuck Kwong, yang tahun ini mencatat kekayaan sebesar USD27,3 miliar atau sekitar Rp437 triliun (asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS). Di dunia, Low Tuck Kwong menempati posisi ke-72.
Low Tuck Kwong yang lahir di Singapura adalah pendiri Bayan Resources, sebuah perusahaan pertambangan batu bara di Indonesia. Ia juga mengendalikan perusahaan energi terbarukan Singapura Metis Energy (sebelumnya dikenal sebagai Manhattan Resources) dan memiliki saham di The Farrer Park Company dan Samindo Resources.
Low mendukung SEAX Global, yang sedang membangun sistem kabel laut bawah laut untuk konektivitas internet yang menghubungkan Singapura, Indonesia, dan Malaysia. Low bekerja untuk perusahaan konstruksi milik ayahnya di Singapura saat remaja dan kemudian pindah ke Indonesia pada tahun 1972 untuk mendapatkan peluang yang lebih besar. Pada bulan Agustus 2024, dia mengalihkan saham di Bayan, yang saat itu bernilai USD6,6 miliar, kepada putrinya Elaine.
Posisi berikutnya ditempati dua kakak-beradik pemilik Grup Djarum, yakni R Budi Hartono dan Michael Hartono. Selain nama-nama senior, daftar ini juga mencantumkan sosok-sosok baru dan generasi muda, seperti Alexander Ramlie (52 tahun) yang bergerak di sektor pertambangan; serta Manoj Punjabi, produser film kenamaan Indonesia.
Bisnis batu bara, kelapa sawit, perbankan, dan teknologi masih menjadi sektor-sektor utama yang menopang kekayaan para miliarder Indonesia tahun ini. Di tengah tren digitalisasi dan transisi energi, beberapa nama baru muncul dari industri pusat data, seperti Marina Budiman dan Han Arming Hanafia.
Sebagian besar dari para miliarder ini juga menjalankan bisnis keluarga lintas generasi, seperti keluarga Riady, keluarga Karim, dan keluarga Fangiono. Diversifikasi usaha menjadi kunci utama keberhasilan mereka bertahan dan berkembang di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Berikut 33 orang terkaya di Indonesia 2025 yang masuk daftar 3.028 miliarder global versi Forbes (asumsi Kurs Rp16.000/USD), dikutip Minggu (18/5/2025):
1. Low Tuck Kwong
Kekayaan: Rp436,8 triliun (USD27,3 miliar)
Usia: 76 tahun
Sumber Kekayaan: Batu bara (Energi)
2. R Budi Hartono
Kekayaan: Rp358,4 triliun (USD22,4 miliar)
Usia: 84 tahun
Sumber Kekayaan: Perbankan, tembakau (Keuangan & Investasi)
3. Michael Hartono
Kekayaan: Rp344 triliun (USD21,5 miliar)
Usia: 85 tahun
Sumber Kekayaan: Perbankan, tembakau (Manufaktur)
4. Prajogo Pangestu
Kekayaan: Rp320 triliun (USD20 miliar)
Usia: 80 tahun
Sumber Kekayaan: Petrokimia, energi (Diversifikasi)
5. Sri Prakash Lohia
Kekayaan: Rp136 triliun (USD8,5 miliar)
Usia: 72 tahun
Sumber Kekayaan: Petrokimia (Manufaktur)
6. Otto Toto Sugiri
Kekayaan: Rp112 triliun (USD7 miliar)
Usia: 71 tahun
Sumber Kekayaan: Pusat data (Teknologi)
7. Tahir & keluarga
Kekayaan: Rp80 triliun (USD5 miliar)
Usia: 73 tahun
Sumber Kekayaan: Diversifikasi
8. Marina Budiman
Kekayaan: Rp78,4 triliun (USD4,9 miliar)
Usia: 63 tahun
Sumber Kekayaan: Pusat data (Teknologi)
9. Dewi Kam
Kekayaan: Rp76,8 triliun (USD4,8 miliar)
Usia: 74 tahun
Sumber Kekayaan: Batu bara (Energi)
10. Agoes Projosasmito
Kekayaan: Rp72 triliun (USD4,5 miliar)
Usia: 69 tahun
Sumber Kekayaan: Pertambangan, investasi (Logam & Pertambangan)
11. Chairul Tanjung
Kekayaan: Rp68,8 triliun (USD4,3 miliar)
Usia: 62 tahun
Sumber Kekayaan: Diversifikasi