Shakira (kiri), J Balvin (dua dari kiri), Wyclef Jean (dua dari kanan), hingga pendatang baru Nora Fatehi (kanan) membongkar rahasia di balik kesuksesan lagu Piala Dunia. Foto: Dok AP
JAKARTA, (ERAKINI) — Apa yang membuat sebuah lagu Piala Dunia begitu berkesan? Apakah lagu itu harus mencerminkan negara tuan rumah? Menjadi hit global yang memadukan berbagai bahasa dan genre musik? Atau cukup memiliki reff yang mudah dinyanyikan bersama oleh jutaan penggemar?
Jawabannya bisa jadi semuanya sekaligus. Menjelang Piala Dunia 2026, Associated Press (AP) mewawancarai sejumlah musisi yang pernah menciptakan lagu resmi turnamen sepak bola terbesar di dunia itu. Di antaranya adalah , , , hingga pendatang baru .
Shakira: Lagu Piala Dunia Harus Menyatukan Berbagai Budaya
Sebelum membawakan lagu tema resmi Piala Dunia 2026 berjudul "Dai Dai" bersama bintang Afrobeats Burna Boy, penyanyi asal Kolombia, Shakira, lebih dulu mencetak sejarah lewat "Waka Waka (This Time for Africa)", lagu resmi Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Menurut Shakira, sepak bola memiliki kekuatan unik untuk menyatukan berbagai budaya dan latar belakang manusia. "Sepak bola adalah sesuatu yang menyatukan begitu banyak budaya dan orang-orang dari berbagai kalangan," kata Shakira.
Ia menilai tantangan terbesar dalam menciptakan lagu Piala Dunia adalah membuat karya yang mampu mewakili emosi, semangat, dan gairah jutaan orang di seluruh dunia. "Anda harus menulis lagu yang bersifat global. Lagu itu harus mencakup begitu banyak budaya dan mewakili banyak orang dalam satu melodi," ujarnya.
Bagi Shakira, lagu tema Piala Dunia yang baik harus memiliki ritme kuat, membuat orang ingin menari, sekaligus memiliki kualitas layaknya sebuah anthem yang mampu dinyanyikan bersama-sama di stadion.
"Sebuah lagu Piala Dunia harus memiliki ritme yang kuat. Lagu itu harus membuat orang ingin menari dan bernyanyi bersama dengan penuh semangat. Energi seperti itu adalah keharusan," beberkan.
J Balvin: Harus Menyamai Intensitas Pertandingan
Penyanyi Kolombia J Balvin menilai tantangan menciptakan lagu saat ini semakin besar karena rentang perhatian pendengar yang semakin pendek. "Saat ini perhatian orang hanya bertahan sekitar lima detik. Itulah kenyataannya," kata Balvin.
Meski demikian, ia menegaskan lagu tema Piala Dunia harus mampu mencerminkan intensitas pertandingan sepak bola yang penuh emosi. "Sepak bola menyatukan kita melalui berbagai momen, baik suka maupun duka. Semua emosi itu terjadi dalam satu pertandingan," ujarnya.
Karena itu, menurut Balvin, lagu resmi Piala Dunia harus memiliki energi yang sama besarnya dengan pertandingan yang berlangsung di lapangan.
Wyclef Jean: Energi dan Persatuan adalah Kunci
Musisi sekaligus anggota grup Fugees, Wyclef Jean, pernah menulis dan membawakan lagu resmi Piala Dunia 2014 di Brasil berjudul "Dar um Jeito (We Will Find a Way)" bersama Santana, Avicii, dan Alexandre Pires.
Menurut Jean, elemen paling penting dari sebuah lagu Piala Dunia adalah kemampuannya menggetarkan stadion. "Anda harus bisa merasakan seluruh stadion bergetar. Jika tidak, lagu itu tidak akan berhasil," katanya.
Jean menilai hampir semua lagu Piala Dunia yang sukses memiliki ritme yang kuat dan mampu menggerakkan orang. Meski lagunya melibatkan musisi dari berbagai negara, Jean tidak menganggap sebuah anthem global harus selalu dinyanyikan oleh banyak artis dari berbagai belahan dunia.
"Orang tertarik pada budaya. Hal yang paling saya sukai dari Piala Dunia adalah sebelum memiliki bahasa, ia sudah memiliki energi dan suasana. Itu tidak ada hubungannya dengan bahasa," ujarnya.
Baginya, melodi yang kuat dan mudah dinyanyikan bersama merupakan faktor utama keberhasilan sebuah lagu tema. Selain itu, Jean menekankan pentingnya pesan persatuan dan harapan dalam lagu Piala Dunia. Ia menyebut "Dar um Jeito" sebagai lagu yang ditujukan untuk anak-anak di seluruh dunia, terutama mereka yang tumbuh di daerah terpencil.
"Lagu itu membawa pesan harapan. Jika Anda terus berjuang, suatu hari Anda akan sampai ke stadion itu dan tidak ada yang bisa menghentikan Anda," kata Jean.
Nora Fatehi: Lagu Piala Dunia Harus Membuat Orang Merasa Menang
Penyanyi dan penulis lagu Kanada-Maroko, Nora Fatehi, menjadi bagian dari album resmi Piala Dunia 2026 melalui lagu "Siir, Siir", hasil kolaborasinya dengan musisi Prancis Vegedream dan DJ asal Amerika Serikat keturunan Bangladesh, Sanjoy.
Menurut Fatehi, lagu tema Piala Dunia harus memiliki irama yang kuat karena turnamen tersebut identik dengan perayaan dan kegembiraan. "Lagu itu harus memiliki beat yang hebat karena kita ada di sini untuk menari dan merayakan," katanya.
Namun lebih dari itu, ia percaya lagu Piala Dunia harus membangkitkan perasaan sebagai seorang pemenang. "Saat mendengarnya, Anda harus merasa seperti sedang menang, akan menang, atau sudah menang. Itulah emosi yang harus dibangkitkan," ujarnya.
Fatehi menjelaskan bahwa tujuan utama dalam menciptakan "Siir, Siir" adalah menghadirkan perasaan mampu menaklukkan dunia. "Lagu itu harus membuat Anda merasa termotivasi dan penuh ambisi. Itulah yang ingin kami hadirkan," katanya.