Artis sekaligus mantan istri Ruben Onsu, Sarwendah (Foto: Ist)
JAKARTA, (ERAKINI) - Perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas setelah beredarnya video rekaman CCTV yang memperlihatkan pertengkaran keduanya saat masih berstatus sebagai pasangan suami istri. Video tersebut sebelumnya diunggah pihak Ruben Onsu untuk membantah pernyataan Sarwendah yang menyebut dirinya tidak pernah bertengkar dengan Ruben, terlebih di dekat anak-anak.
Setelah video itu viral, Sarwendah memberikan penjelasan mengenai konteks pertengkaran yang terekam dalam CCTV tersebut melalui akun Instagram pribadinya. Sarwendah mengatakan, dirinya sebenarnya tidak ingin membuka persoalan rumah tangganya ke hadapan publik.
"Bukan karena saya tidak memiliki bukti, tetapi karena saya masih berharap semua ini bisa diselesaikan tanpa harus saling membuka luka di depan publik," tulis Sarwendah seperti dikutip erakini, Kamis (6/8/2026).
Menurut Sarwendah, dirinya memilih memberikan penjelasan setelah video yang beredar dinilai tidak menampilkan konteks secara utuh.
"Namun, setelah beredar video yang tidak disertai konteks yang utuh, saya merasa perlu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Karena selama ini publik yang meminta saya menunjukkan bukti," tulisnya.
Sarwendah menjelaskan, pertengkaran yang terekam dalam video terjadi ketika masa sewa rumah mereka di kawasan Pondok Indah akan berakhir. Saat itu, kondisi keuangan keluarga disebut sedang sulit. Sarwendah kemudian mengusulkan agar mereka kembali ke rumah lama.
Namun, ia mengaku diberi tahu bahwa telah disewa apart-hotel selama satu bulan dengan biaya sekitar Rp 120 juta. Menurut Sarwendah, uang tersebut seharusnya dapat diprioritaskan untuk kebutuhan anak-anak maupun rumah.
Eks member Girl Band, Cherrybell itu mengaku hanya meminta jadwal pindah diundur dari tanggal 8 menjadi tanggal 12 karena anak-anak masih dalam masa liburan. Sarwendah juga meminta kontak pihak marketing agar dapat mengurus proses tersebut sendiri. Namun, permintaan itu disebut tidak diberikan.
Perbedaan pendapat mengenai jadwal pindah dan permintaan untuk menghubungi pihak marketing kemudian berkembang menjadi pertengkaran.
"Di tengah pembicaraan tersebut, suasana memanas. Beliau membanting pintu dan percakapan berubah menjadi pertengkaran. Di situlah emosi saya akhirnya meledak," tulis Sarwendah.
Sarwendah mengatakan, kemarahan yang terlihat dalam video bukan semata-mata dipicu persoalan jadwal pindah rumah. Menurut dia, pertengkaran tersebut merupakan akumulasi persoalan yang selama 11 tahun pernikahan tidak pernah disampaikan.
"Sebagai pasangan, saya tahu saya juga banyak kekurangan. Itu membuat saya selama 11 tahun memilih memendam banyak hal dan berusaha memahami keadaan, termasuk saat kondisi keuangan beliau yang sedang sulit," ujarnya.
Singgung nafkah dan perselingkuhan
Dalam penjelasannya, Sarwendah juga menyinggung kondisi keuangan keluarga. Sarwendah mengaku tetap berusaha memahami keadaan ketika nafkah untuk anak-anak disebut tidak diberikan selama sekitar tiga bulan dan pembangunan rumah baru terhenti.
Namun, di tengah kondisi tersebut, Sarwendah mengaku kembali mengetahui hal yang pernah melukai kepercayaannya di masa lalu. Sarwendh kemudian secara terbuka menyebut persoalan perselingkuhan.
"Dan di saat yang sama, saya juga mengetahui kembali hal yang pernah melukai kepercayaan saya di masa lalu. Dan saya mengungkapkan perselingkuhan beliau di video itu," tulisnya.
Sarwendah mengungkapkan, dirinya pertama kali mengetahui adanya perselingkuhan pada 2017. Saat itu, menurut Sarwendah, Ruben mengakui kesalahannya, meminta maaf, dan berjanji untuk berubah.
Sarwendah mengatakan, ia memilih mempertahankan rumah tangga karena melihat perjuangan Ruben dalam mencari nafkah dan membangun keluarga.
"Karena itu, saya memilih untuk tetap bertahan dan berharap semuanya benar-benar bisa berubah," tulisnya.
Namun, ia mengaku kembali kehilangan kepercayaan setelah mengetahui adanya perselingkuhan berikutnya. Sarwendah juga menyebut adanya pengeluaran dalam jumlah besar untuk orang yang disebutnya sebagai selingkuhan Ruben, ketika kondisi keuangan keluarga sedang sulit.
"Reaksi saya dalam video tersebut memang salah, dan saya tidak membenarkannya," kata Sarwendah.
"Di satu sisi saya masih menyayangi keluarga saya, di sisi lain saya melihat keluarga yang saya perjuangkan hancur di depan mata saya, dan saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkannya," lanjutnya.
Sarwendah mengatakan, setelah kejadian tersebut Ruben meninggalkan rumah dan tidak pernah kembali. Video yang dibagikannya bukan bertujuan membuka kembali luka lama, melainkan memberikan konteks mengenai pertengkaran yang terekam dalam video.
Sarwendah juga meminta agar anak-anak mereka tidak dilibatkan dalam persoalan tersebut.
"Satu permohonan saya, apa pun yang terjadi di antara kami, jangan libatkan anak-anak," tulisnya.
Sarwendh kemudian menjelaskan keberadaan anak-anak ketika pertengkaran tersebut terjadi. Menurut Sarwendah, anak-anak berada di ruangan lain bersama pengasuh dan cukup jauh dari lokasi dirinya dan Ruben berbicara.
Setelah kejadian, Sarwendah mengaku langsung memastikan kondisi anak-anaknya.
"Suster mengatakan anak-anak tidak mendengar karena televisi sudah dinyalakan. Saya tentu tidak bisa memastikan seratus persen apa yang mereka dengar atau tidak," tulisnya.
Sarwendah mengaku menyesal apabila anak-anaknya tetap terdampak oleh kejadian tersebut.
Dalam unggahannya, Sarwendah juga mengaku mengetahui adanya video lain yang dimiliki Ruben. Video tersebut memperlihatkan dirinya ketika mendisiplinkan salah satu anaknya dengan keras karena sang anak mengalami tantrum dan melakukan sesuatu yang membuatnya kecewa.
Sarwendah mengaku kemudian meminta maaf kepada anaknya dan membawanya ke psikolog.
"Kalau mau pakai video itu untuk menyerang saya, dan tidak memikirkan mental anak-anak ke depannya, mau tidak mau saya harus hadapi," tulisnya.
Sarwendah mengatakan, dirinya hanya berharap persoalan antara dirinya dan Ruben dapat segera diselesaikan.
"Harapan saya hanya satu: Mari kita selesaikan semua ini," tulisnya.
Sarwendah lalu menitipkan pesan kepada anak-anaknya apabila suatu hari nanti mereka membaca persoalan tersebut ketika telah dewasa.
"Ini adalah kesalahan kami sebagai orang tua, bukan kesalahan kalian. Kalian tidak pernah memilih dari keluarga mana kalian dilahirkan. Jadi, jangan pernah menyalahkan diri kalian atas apa pun yang terjadi hari ini," tulis Sarwendah.
Tak lama setelah unggahan Sarwendah beredar, Ruben Onsu juga memberikan tanggapan melalui akun Instagram pribadinya. Ruben mempertanyakan pihak yang menurutnya pertama kali membuka persoalan tersebut ke publik.
"Lah kan dari dulu juga kite udah diem, yang dulunya ngoceh terus siapa? Coba inget lagi ini berawal dari siapa? Gak lupa kan?" tulis Ruben.
Presenter ternama itu juga menyinggung pernyataan yang menurutnya pernah disampaikan Sarwendah saat melakukan siaran langsung ketika bekerja.
"Terus statement yang udah pernah diucap selama live kerja dengan merendahkan orang lain gimana? Sempat mikir enggak ke sana jika posisi itu diputar?" tulisnya.
Ruben kemudian menilai penjelasan Sarwendah berputar-putar dan membuatnya seolah berada dalam posisi terpojok.
"Muter-muter terus ngomongnya, dijawab kok kesannya terpojok," tulis Ruben.
Unggahan Ruben mendapat respons dari sejumlah sahabatnya. Ivan Gunawan dan Inul Daratista terlihat memberikan komentar dukungan.
"Paham aku," tulis Ivan Gunawan
"Paham buangettt," tulis penyanyi dangdut senior, Inul Daratista.