Lagu 'Bangun Orang Waras’ Garapan Band Methosa Ajak Rakyat Kritis dan Peduli Nasib Bangsa
Akhmad Baihaqi Arsyad








Single ‘Bangun Orang Waras’ didedikasikan oleh Mansen Munthe (vokal), Rina Nose (vokal), Kelana Halim (bass), Agung (synthesizer) dan Dami (gitar) untuk semua rakyat Indonesia yang berani berfikir kritis tentang semua yang terjadi di tanah air.
“Lagu ini kami dedikasikan untuk semua rakyat Indonesia yang tetap WARAS dan senantiasa berani berfikir KRITIS tentang semua yang terjadi di tanah tumpah darah kita ini,” tulis grup band Methosa yang dikutip Erakini melalui akun Instagramnya, @methosaverse, Rabu (30/102/2024).
Berikut sedikit penggalan lirik lagu ‘Bangun Orang Waras’:
Hutan adat itu rumah kami, dijual kini
Ratusan tahun kami sudah di sini
Sekarang menjadi, LAHAN SAWIT OLIGARKI!
Lirik lagu ‘Bangun Orang Waras’ mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi sosial dan politik di Indonesia dan menjadi bentuk protes Methosa terhadap berbagai masalah sosial yang terjadi, terutama soal korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang merajalela di Indonesia.
“Kalau ada yang bilang ‘liriknya terlalu keras’, bilang ke dia kek gini: ‘Hidup lo lembek!’” tulis Methosa.
Menurut grup band tersebut, fanatisme berlebih justru akan membuat tenggelam dalam kemunduran dan seakan membuat lupa bahwa rakyat adalah pemegang mandat tertinggi di tanah ini.
“Tetap bangun! Tetap waras! Dan jangan pernah lelah mencintai bangsa ini. Selamat menikmati suguhan sederhana ini. Salam damai dan penuh kasih dari kami,” ujar Methosa di akun Instagramnya.
Adapun lagu ‘Bangun Orang Waras’ ini telah dirilis pada tanggal 11 Oktober 2024 dan bisa dilihat versi Official Music Video di kanal YouTube Pro-M.



