Dokumenter "Musk" karya sutradara Alex Gibney menjadi salah satu film nonfiksi yang paling banyak mendapat perhatian di Festival Film Venesia. Foto: Getty vis BBC
JAKARTA, (ERAKINI) –Festival Film Venesia kembali menjadi panggung awal bagi film-film yang berpeluang bersaing dalam ajang Academy Awards atau Oscar 2027. Tahun ini, sejumlah film yang diputar di festival tersebut mulai mencuri perhatian dan disebut-sebut memiliki peluang masuk dalam daftar nominasi Oscar.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Festival Film Venesia tahun ini menghadirkan lebih sedikit film Hollywood berbiaya besar yang diproyeksikan menjadi kandidat penghargaan. Meski demikian, setidaknya enam film telah mencuat dan mulai mendapatkan sorotan dalam perburuan Oscar.
Film-film tersebut datang dengan beragam tema, mulai dari kisah kontroversial seorang pemburu pelaku kejahatan seksual, komedi hitam politik, cerita tentang Marilyn Monroe, drama pascaperang, hingga dokumenter mengenai Elon Musk.
Berikut enam film yang mulai mendapat perhatian dalam perburuan Oscar, dikutip dari BBC, Minggu (13/9/2026):
1. Primetime
Robert Pattinson menjadi salah satu aktor yang paling mencuri perhatian melalui Primetime. Dalam film tersebut, ia memerankan Chris Hansen, jurnalis televisi yang dikenal melalui program kontroversial "To Catch a Predator" pada awal 2000-an.
Program tersebut mengungkap orang-orang yang diduga berniat melakukan kejahatan seksual dengan menjebak mereka hingga memberikan pernyataan yang dapat memberatkan diri sendiri di depan kamera.
Pattinson yang juga bertindak sebagai produser tampil hampir di seluruh adegan. Ia berusaha meniru gerak tubuh dan suara Hansen, sekaligus memberikan sentuhan karakter berupa obsesi dan aura mengancam.
Peran tersebut dinilai berpotensi membawa Pattinson meraih nominasi Oscar pertamanya. Selain kemampuannya memerankan tokoh nyata, popularitas Pattinson sebagai aktor film arthouse dengan daya tarik bintang Hollywood turut memperkuat peluangnya.
2. Wild Horse Nine
Film garapan Martin McDonagh, "Wild Horse Nine", juga menjadi salah satu kandidat yang mulai diperhitungkan.
Film ini merupakan komedi hitam bernuansa politik yang mengisahkan dua agen CIA yang berlibur di Pulau Paskah pada 1973. John Malkovich dan Sam Rockwell menjadi pemeran utama dalam film tersebut.
Malkovich disebut sebagai salah satu kandidat kuat kategori aktor terbaik. Ia memerankan seorang pembunuh bayaran yang menua dan berada dalam kondisi penuh tekanan.
Penampilan tersebut dinilai mampu menghadirkan karakter yang tidak hanya aneh dan mengintimidasi, tetapi juga menyentuh dan kompleks.
Malkovich sebelumnya telah dua kali masuk nominasi Oscar, termasuk melalui *In the Line of Fire* pada 1993. Pengalamannya serta narasi mengenai kembalinya seorang aktor veteran ke panggung penghargaan turut menjadi modal dalam persaingan tahun ini.
3. Flesh Impact
"Flesh Impact" menjadi salah satu film yang cukup unik di Festival Film Venesia karena berpeluang masuk nominasi Oscar kategori film pendek live action.
Film berdurasi 17 menit tersebut ditulis dan disutradarai Maggie Gyllenhaal untuk memperingati 100 tahun kelahiran Marilyn Monroe.
Dalam film tersebut, Gyllenhaal membayangkan Monroe sebagai perempuan berusia 100 tahun yang masih aktif mengikuti audisi pertunjukan Broadway. Monroe kemudian menggunakan kesempatan tersebut untuk menceritakan perjalanan hidupnya dengan kata-katanya sendiri.
Peran Monroe dipercayakan kepada Ellen Burstyn yang kini berusia 93 tahun dan merupakan pemenang Oscar, Emmy, serta Tony Award. Sementara Dakota Johnson memerankan Monroe dalam adegan kilas balik.
4. Woman Unknown
Drama Denmark "Woman Unknown" langsung mencuri perhatian setelah pemutaran perdananya di Venesia dan mulai disebut sebagai kandidat nominasi kategori film internasional terbaik.
Film yang disutradarai May el-Toukhy tersebut berlatar Kopenhagen setelah Perang Dunia II. Mathilde Arkel memerankan seorang pengasuh yang bertunangan dengan majikannya, seorang pengusaha duda.
Kehidupannya berubah ketika seorang teman sekolah lama mengenalinya di dalam trem dan mengancam mengungkap hubungan yang pernah dijalinnya dengan seorang pria Jerman selama pendudukan Nazi.
Film ini mengangkat persoalan mengenai batas yang bersedia dilampaui seseorang demi bertahan hidup serta bagaimana kekuasaan dan kekerasan terhadap perempuan dapat dibenarkan oleh laki-laki.
"Woman Unknown" juga menjadi satu-satunya film dalam kompetisi utama Venesia tahun ini yang disutradarai perempuan.
5. Possible Love
Sutradara Korea Selatan Lee Chang-dong kembali dengan "Possible Love", film pertamanya sejak "Burning" yang dirilis pada 2018.
Film tersebut berkisah tentang seorang sutradara kelas menengah yang tengah membuat dokumenter mengenai seorang pekerja pabrik dan istrinya. Proyek itu mendapat dukungan dari suaminya yang kaya.
Kedekatan antara kedua pasangan kemudian berkembang melalui sejumlah pertemuan, makan malam, dan perjalanan akhir pekan. Namun, hubungan tersebut menghadirkan pertanyaan mengenai apakah keduanya benar-benar memiliki hubungan yang tulus atau hanya terikat oleh kepentingan masing-masing.
"Possible Love" mendapat sambutan positif dari kritikus. Film tersebut bahkan sempat memperoleh skor 100 persen dalam agregasi ulasan Rotten Tomatoes, sehingga mulai diperhitungkan sebagai salah satu kandidat dalam kategori film internasional terbaik.
6. Musk
Dokumenter "Musk" karya sutradara Alex Gibney menjadi salah satu film nonfiksi yang paling banyak mendapat perhatian di Venesia.
Film berdurasi empat jam tersebut menelusuri perjalanan hidup Elon Musk, mulai dari masa kecilnya di Afrika Selatan, perjalanan awalnya di Silicon Valley, hingga kesuksesannya memimpin Tesla dan SpaceX.
Dokumenter itu juga membahas keterlibatan dan dukungan Musk terhadap sejumlah partai politik sayap kanan jauh di berbagai negara.
Gibney bukan nama baru dalam ajang Oscar. Film dokumenternya, "Taxi to the Dark Side", memenangkan Academy Award untuk film dokumenter terbaik pada 2008.
Besarnya perhatian terhadap "Musk" membuat film tersebut berpeluang kembali membawa Gibney ke panggung Oscar. Namun, Musk sendiri memberikan tanggapan negatif terhadap dokumenter tersebut dengan menyebutnya sebagai film serangan yang gagal mengenai sasaran dan membosankan selama empat jam.
Meski demikian, penilaian tersebut berbanding terbalik dengan perhatian yang muncul setelah film tersebut diputar di Venesia. Kini, "Musk" menjadi salah satu dokumenter yang mulai diperhitungkan dalam perburuan nominasi Oscar.