Sejarah dan Makna Lebaran Ketupat yang Rutin Digelar Umat Islam pada 8 Syawal
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Ada kekhasan tersendiri yang dilakukan umat Islam Indonesia setelah merayakan Idulfitri. Tradisi ini rutin digelar umat Muslim di sejumlah daerah, terutama di Pulau Jawa. Masyarakat menyebutnya Lebaran Ketupat yaitu 'hari raya kecil' setelah melakukan puasa syawal selama 6 hari.
Nabi Muhammad saw dalam haditsnya menjelaskan bahwa orang yang berpuasa Ramadan kemudian disambung dengan puasa enam hari Syawal, maka akan memperoleh pahala senilai puasa satu tahun, sebagai berikut:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتَّاً مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya, “Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.” (HR Muslim).
Adapun pahala berpuasa satu tahun sebagaimana dimaksud dalam hadist di atas, sebagaimana firman Allah swt berikut,
مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشۡرُ أَمۡثَالِهَاۖ
Artinya, “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.” (QS. Al-An’am [6]: 160)
Setelah puasa 6 hari di bulan syawal, kemudian umat di Indonesia merayakan . Dalam catatan sejarah Indonesia, orang yang pertama kali memperkenalkan yaitu Sayyid Makhdum Ibrahim alias Raden Said atau dikenal Sunan Kalijaga.

















