Kegembiraan di Makkah Menjelang Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Nabi Muhammad SAW adalah penutup para nabi dan rasul. Beliau juga merupakan manusia paling mulia yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
Suasana menjelang kelahiran Nabi Muhammad pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, bertepatan dengan 571 Masehi, digambarkan penuh kegembiraan. Masyarakat di Jazirah Arab kala itu merasakan peristiwa yang tak biasa.
Dalam jurnal ilmiah berjudul Fenomena Menjelang Kelahiran Nabi Muhammad: Kajian Terhadap Naskah Al-Hamziyyah Karya Al-Bushiri karya Ade Kosasih, seperti dikutip Kamis (28/8/2025), kabar kehamilan Siti Aminah membawa suka cita besar.
Disebutkan bahwa kemuliaan Aminah bahkan melebihi wanita-wanita utama sebelumnya, termasuk Siti Hawa dan Siti Maryam.
Suasana Penuh Cahaya
Naskah Al-Hamziyyah menggambarkan menjelang kelahiran Nabi Muhammad suasana langit dan bumi dipenuhi keindahan, kebahagiaan, serta doa para malaikat.
“Kala Aminah melahirkan buah hatinya, alam raya ikut menyambutnya penuh suka cita,” demikian salah satu kutipan dalam naskah tersebut.
Diceritakan pula, Nabi Muhammad saat lahir mengangkat kepalanya ke langit sebagai isyarat kedudukan yang luhur. Bintang-gemintang tampak berjatuhan seolah mendekat, membuat langit bercahaya terang benderang. Bahkan paviliun Gedung Kaisar Romawi disebut terlihat jelas dari Makkah.
Nasab yang Suci
Pandangan Islam menegaskan, kelahiran Nabi Muhammad sekaligus mengukuhkan keterpilihan nasabnya. Keturunannya diyakini bersih dari unsur tercela dan termasuk golongan terbaik.
Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Shad ayat 47:
وَإِنَّهُمْ عِنْدَنَا لَمِنَ ٱلْمُصْطَفَيْنَ ٱلْأَخْيَارِ

















