4 Keistimewaan Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Nabi Muhammad SAW diyakini umat Islam sebagai manusia paling mulia yang pernah hadir di muka bumi. Ia diutus sebagai rahmat bagi semesta alam, pembawa cahaya kebenaran, serta pemimpin umat manusia.
Kelahirannya pada 12 Rabiul Awal tahun Gajah, bertepatan dengan 571 M, diyakini membawa sejumlah tanda kebesaran. Sejumlah riwayat mencatat adanya keistimewaan luar biasa yang menyertai kelahiran putra Abdullah dan Aminah ini.
Dilansir dari NU Online, berikut empat keistimewaan yang disebut terjadi pada saat Nabi Muhammad SAW dilahirkan.
1. Padamnya Api Sesembahan Majusi
Agama Majusi, yang telah ada jauh sebelum Islam, dikenal dengan pemujaan terhadap api. Api tersebut diyakini tidak pernah padam selama ribuan tahun. Namun, riwayat menyebut api itu padam tepat pada malam kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Imam al-Baihaqi meriwayatkan:
لما كانت الليلة التي ولد فيها رسول الله صلى الله عليه وسلم ارتجس إيوان كسرى، وسقط منه أربع عشرة شرفة، وخمدت نار الفرس، ولم تَخمُد قبل ذلك بألف عام، وغاضت بحيرة سَاوة
Artinya, pada malam kelahiran Nabi, istana Kisra berguncang, 14 balkon runtuh, api sesembahan Persia padam setelah seribu tahun menyala, dan Danau Saweh surut.
Riwayat ini juga dikuatkan oleh sejumlah ulama, di antaranya Abu Nu’aim al-Khara’iti, Ibnu ‘Asakir, dan Ibnu Jarir ath-Thabari.
2. Lahir dalam Keadaan Sujud
Berbeda dengan bayi pada umumnya, Nabi Muhammad disebut lahir dalam keadaan sujud. Imam Jalaluddin as-Suyuti dalam Khasaishul Kubra menulis, begitu keluar dari rahim ibunya, Nabi langsung bersujud dan mengangkat kedua tangannya seperti orang yang sedang berdoa.

















