Tradisi Mandi Jelang Ramadhan Menurut Pandanghan Islam
Abdul Rahman Ahdori
Ramadan tinggal menghitung hari. Umat Islam di seluruh dunia siap menyambut dengan penuh sukacita. Di Indonesia hampir semua daerah memiliki tradisi tersendiri untuk menyambut bulan suci.
Misalnya tradisi ‘karamas’ di Lebak, Banten, yang dilakukan pada waktu sore sehari sebelum Ramadhan. Berdasarkan pengakuan masyarakat, kegiatan mandi bersama ini dilakukan sebagai bentuk kegembiraan menyambut Ramadhan serta untuk menyucikan diri.
Kemudian di Jawa dan Aceh, dikenal yang namanya megengan, yaitu sebuah tradisi penyambutan kedatangan bulan Ramadhan dengan rangkaian kegiatan khusus. Tradisi ini juga terjadi di beberapa wilayah di Melayu.
Dalam praktiknya, megengan dilakukan dengan berkumpul bersama keluarga, makan bersama, dan membaca zikir dan tahlil untuk arwah anggota keluarga yang telah wafat. Masyarakat juga melakukan ziarah kubur dan menggelar sedekah massal di masjid atau mushala.
Selain itu, ada juga masyarakat yang melakukan kunjungan silaturahim. Kegiatan dalam tradisi ini dilakukan dalam rangka menyambut gembira bulan suci Ramadhan.
Dikutip erakini dari NU Online, dalam pandangan Islam, pada dasarnya tradisi mandi dan megengan menjelang Ramadhan adalah sebuah kegiatan yang dilakukan untuk menyambut bulan Ramadhan dengan menampakkan ekspresi kegembiraan.
Islam sendiri menganjurkan untuk bersuka cita ketika bulan suci ini tiba sebagaimana dilakukan Rasulullah. Syekh az-Zurqani dalam Syarah Mawahibul Ladduniyah menjelaskan yang artinya:

















