5 Rukun Haji yang Tidak Boleh Ditinggalkan Jemaah, Wajib Ditunaikan!
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Musim haji 1447 H/2026 M telah tiba. Umat Islam dari berbagai belahan dunia siap pergi ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Dalam ajaran Islam, ibadah haji merupakan rukun Islam yang ke-5, bagi siapa saja yang dinyatakan mampu untuk berangkat wajib untuk melaksanakannya.
Lebih jauh, terdapat sejumlah rukun haji yang menjadi bagian pokok dan tidak boleh ditinggalkan. Apabila salah satu rukun tersebut tidak dilaksanakan, maka ibadah haji dinyatakan tidak sah. Karena itu, setiap jemaah haji wajib memahami serta menjalankan seluruh rukun haji sesuai tuntunan syariat.
Adapun rukun haji berjumlah lima. Hal ini sebagaimana dijelaskan para ulama dalam kitab fikih klasik berikut:
واركان الحج خمسة الإحرام مع النية والوقوف بعرفة والطواف بالبيت والسعي بين الصفا والمروة والحلق
Artinya, “Rukun haji ada lima: ihram beserta niat, wukuf di Arafah, tawaf di Ka’bah, sa’i pada Shafa dan Marwa, dan cukur,” (Matan Abi Syuja).
Di antara lima rukun tersebut, wukuf di Arafah disebut sebagai puncak atau inti dari rangkaian ibadah haji.
Para ulama menjelaskan bahwa kehadiran jemaah di Padang Arafah, meski hanya sesaat pada waktu wukuf, sudah memenuhi rukun haji ini. Hal tersebut didasarkan pada hadits Nabi Muhammad saw.
الحج عرفة ومعنى الحج عرفة أي معظم أركانه كما تقول معظم الركعة الركوع ويحصل الوقوف بحضور بجزء من عرفات ولو كان مارا في طلب آبق أو ضالة أو غير ذلك


















