Doa Setelah Iqamah, Dibaca Sebelum Salat Fardhu
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Iqamah merupakan seruan kedua untuk salat yang dikumandangkan sesaat sebelum salat berjemaah dimulai. Seruan ini menjadi penanda bahwa ibadah salat akan segera dilaksanakan.
Berbeda dengan azan yang menandakan masuknya waktu salat, iqamah berfungsi untuk mempersiapkan para jemaah agar segera berbaris dan melaksanakan salat dengan khusyuk.
Untuk menyempurnakan ibadah, umat Islam dianjurkan membaca doa setelah mendengar iqamah. Anjuran ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih Bukhari.
Doa yang dibaca setelah seruan iqamah, shalawat, dan salam kepada Nabi Muhammad SAW adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ القَائِمَةِ آتِ سَيِّدَنَا مُحَمَّداً الوَسِيْلَةَ وَالفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَاماً مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ المِيْعَادَ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا
Artinya: “Ya Allah, Tuhan seruan yang sempurna dan salat yang akan didirikan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah (tempat di surga) dan keutamaan, serta bangkitkanlah beliau pada kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan. Sungguh, Engkau tidak menyalahi janji. Ya Allah, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil.”
Membaca doa ini menjadi bentuk pengharapan agar salat yang akan dilaksanakan senantiasa diterima dan diberkahi oleh Allah SWT. Selain itu, doa tersebut juga menjadi pengingat untuk selalu mendoakan kedua orang tua sebelum memulai ibadah.
















