Sejarah Kelahiran Nabi Muhammad SAW di Bulan Rabiul Awal
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Bulan Rabiul Awal menjadi penanda peristiwa bersejarah yang tak lekang bagi umat Islam. Pada bulan inilah Nabi Muhammad SAW, manusia paling mulia, lahir ke dunia.
Kehadiran Nabi Muhammad disebut sebagai rahmat bagi alam semesta. Risalah yang dibawanya membuat manusia keluar dari gelapnya kemusyrikan menuju cahaya iman. Dalam tempo dakwah yang relatif singkat, ajarannya melampaui capaian nabi-nabi sebelumnya.
Dikisahkan, bahkan Nabi Musa AS pernah memohon kepada Allah agar dijadikan bagian dari umat Muhammad setelah mendengar sifat dan kemuliaannya.
Kisah Aminah dan Kabar Malaikat
Dilansir dari NU Online, Imam Ibnu Hisyam dalam al-Sirah al-Nabawiyyah mengutip kisah Sayyidah Aminah binti Wahab, ibunda Nabi.
أَنَّ آمِنَةَ بِنْتَ وَهْبٍ أُمَّ رَسُولِ اللَّهِ كَانَتْ تُحَدِّثُ: أَنَّهَا أُتِيَتْ، حِينَ حَمَلَتْ بِرَسُولِ اللَّهِ فَقِيلَ لَهَا: إنَّكِ قَدْ حَمَلْتِ بِسَيِّدِ هَذِهِ الْأُمَّةِ، فَإِذَا وَقَعَ إلَى الْأَرْضِ فَقُولِي: أُعِيذُهُ بِالْوَاحِدِ، مِنْ شَرِّ كُلِّ حَاسِدٍ، ثُمَّ سَمِّيهِ مُحَمَّدًا.
Dalam riwayat itu, Aminah dikabarkan mendapat pesan dari malaikat bahwa ia mengandung pemimpin umat. Bayi itu kelak diminta diberi nama “Muhammad”.
Nama yang Tidak Lazim
Nama Muhammad saat itu jarang digunakan di kalangan Arab. Abdul Muttalib, kakek Nabi, bahkan ditanya alasannya memilih nama yang tak dikenal dalam garis keturunannya.
كَيْفَ سَمَّيْتَ بِاسْمٍ لَيْسَ لِأَحَدٍ مِنْ آبَائِكَ وَقَوْمِكَ؟ فَقَالَ: إِنِّي لَأَرْجُو أَنْ يَحْمَدَهُ أَهْلُ الْأَرْضِ كُلُّهُمْ
“Aku berharap seluruh penduduk bumi akan memujinya,” jawab Abdul Muttalib.

















