5 Rukun Haji yang Wajib Dijalankan oleh Setiap Jemaah
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang dilaksanakan pada bulan-bulan suci, yakni Syawal, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah. Sebagai ibadah yang memiliki nilai spiritual tinggi, pelaksanaan haji tidak lepas dari sejumlah rukun yang harus dipenuhi secara sempurna oleh setiap Muslim.
Rukun haji mencakup beberapa tahapan utama yang tidak boleh ditinggalkan. Tanpa pelaksanaan rukun-rukun tersebut, ibadah haji dianggap tidak sah. Oleh karena itu, setiap jamaah haji wajib memahami dan menjalankan rukun haji dengan benar sesuai tuntunan syariat.
Dilansir dari NU Online, rukun haji ada lima. Hal ini sebagaimana ulama menerangkan, sebagai berikut”
واركان الحج خمسة الإحرام مع النية والوقوف بعرفة والطواف بالبيت والسعي بين الصفا والمروة والحلق
Artinya, “Rukun haji ada lima: ihram beserta niat, wukuf di Arafah, tawaf di Ka’bah, sai pada Shafa dan Marwa, dan cukur,” (Matan Abi Syuja).
Diantara rukun yang lima tersebut, wukuf merupakan puncak atau inti dari rangkaian ibadah haji. Menurut para ulama hal ini sebagaimana hadits Nabi Muhammad saw yang menjelaskan bahwa jamaah haji harus hadir di tanah Arafah meski sesaat pada saat wukuf.
الحج عرفة ومعنى الحج عرفة أي معظم أركانه كما تقول معظم الركعة الركوع ويحصل الوقوف بحضور بجزء من عرفات ولو كان مارا في طلب آبق أو ضالة أو غير ذلك
Artinya, “Rasulullah saw bersabda, ‘Haji adalah Arafah.’ Pengertian ‘Haji adalah Arafah’ bermakna kebesaran rukunnya sebagaimana kau mengatakan, ‘kebesaran rakaat ruku.’ Wukuf telah hasil dengan menghadiri pada sebagian tanah Arafah meski hanya lewat mencari budak yang melarikan diri, hewan ternak yang hilang, atau lainnya.”


















