Bacaan Doa Buka Puasa Muharram
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Muharram menandai dimulainya tahun baru dalam kalender Hijriah. Bagi umat Islam, momentum ini tak hanya sebagai pergantian tahun, tetapi juga sarana memperbanyak amal ibadah. Salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan adalah puasa pada tanggal awal bulan Muharram.
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa berpuasa di bulan ini memiliki ganjaran besar:
مَنْ صَامَ يَوْمًا مِنَ الْمُحَرَّمِ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْمًا
رواه الطبراني في المعجم الصغير. وفي الكبير: ثَلَاثُونَ حَسَنَةً
Artinya: “Orang yang berpuasa sehari dari bulan Muharram, maka dengan puasa per harinya ia mendapatkan (pahala puasa) 30 hari.” (HR At-Thabarani dalam Al-Mu'jamus Saghir).
Rasulullah SAW juga secara khusus menyebut puasa di bulan Muharram sebagai yang paling utama setelah puasa Ramadhan, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis berikut:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardu adalah shalat malam (HR Muslim)
Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan keutamaan besar bulan Muharram sebagai waktu yang ideal untuk memperbanyak puasa sunah. Muslim diperbolehkan berpuasa sepanjang bulan ini, atau memilih hari-hari tertentu seperti 1–10 Muharram, termasuk tanggal 11 sebagai penyempurna.
Niat Puasa Muharram
Bagi yang hendak melaksanakan puasa Muharram, berikut adalah lafaz niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى


















