Diperingati Setiap Malam 17 Ramadan, Ini Dasar Penetapan Nuzulul Qur'an
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Malam 17 Ramadan diperingati oleh umat Islam, khususnya Islam Indonesia, sebagai malam Nuzulul Qur'an atau malam turunnya Al-Qur'an. Dari manakah dasar penetapan peringatan Nuzulul Qur'an ini?
Pengembang Tafsir Al-Qur'an, Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kemenag, Bagus Purnomo, mengatakan bahwa penetapan peringatan Nuzulul Qur'an bersumber dari Al-Qur'an Surah Al-Anfal Ayat 41.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman yang artinya, "Jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan kepala yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) pada hari Furqan (hari pembeda), yaitu hari bertemunya dua pasukan (pasukan orang muslim dan musyrik) pada pada peristiwa perang badar."
"Atas dasar inilah para ulama menyepakati bahwasanya malam turunnya Al-Qur'an itu diperingati pada malam 17 Ramadan," jelasnya.
Menurut Ibnu Abbas, turunnya Al-Qur'an terjadi sebanyak dua kali. Pertama, diturunkan dari Lauh Mahfuzh ke Baitul Izzah (As-Sama'ad-Dunya) atau langit pertama dunia.
"Turunnya yang pertama ini menurut As Suyuti adalah untuk menunjukkan keagungan Al-Qur'an atau kemuliaan Al-Qur'an kepada penghuni langit. Kemudian sekaligus untuk menunjukkan kemuliaan kepada Rasulullah, Rasul yang diutus oleh Allah yang terakhir kali, dan untuk menunjukkan kemuliaan umatnya yaitu sebagai umat Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam," ucapnya.

















