Kemenangan Umat Islam dalam Perang Hunain Tahun 8 Hijriah
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Perang Hunain menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada bulan Syawal tahun 8 Hijriah. Pertempuran ini berlangsung di lembah Hunain, wilayah strategis yang menghubungkan Kota Makkah dan Thaif.
Perang ini melibatkan sekitar 12.000 pasukan Muslim, yang terdiri dari 10.000 penduduk Madinah dan 2.000 dari Makkah. Sementara itu, pasukan musuh yang berasal dari kabilah Hawazin dan Tsaqif diperkirakan mencapai 20.000 personel.
Sunatullah dalam artikel berjudul Perang Hunain dan Sifat Lemah Lembut Rasulullah (2021) yang mengutip Syekh Ibnu Hisyam dalam kitab Tahdzibus Sirah menjelaskan, peristiwa ini terjadi tidak lama setelah penaklukan Kota Makkah (Fathu Makkah).
Setelah kemenangan tersebut, sebagian kaum Quraisy yang sebelumnya memusuhi Nabi Muhammad ﷺ berbalik menunjukkan sikap mendekat. Namun, kondisi ini justru memicu kecemburuan di kalangan kabilah lain, khususnya Hawazin dan Tsaqif.
“Dalam tahap awal pertempuran, pasukan Muslim sempat mengalami kekacauan. Strategi serangan mendadak yang dipimpin oleh Malik bin ‘Auf membuat barisan kaum Muslimin terpukul mundur dan tercerai-berai di lembah Hunain,” tulis Sunatullah seperti dikutip erakini, Selasa (7/4/2026).
Artikel itu juga menyebutkan, sebelum berangkat ke medan perang, Rasulullah ﷺ menunjuk ‘Attab bin Usaid al-Umawi yang saat itu berusia 20 tahun sebagai pemimpin di . Setelah itu, beliau memimpin langsung pasukan menuju Hunain dengan kekuatan penuh.


















