Kiai Ulinnuha Sebut Kurban Ekspresikan 3 Kesalehan Sekaligus
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Umat Islam di Indonesia merayakan Idul Adha pada Senin 10 Dzulhijjah 1445 Hijriyah/ bertepatan dengan 17 Juni 2024 M. Istilah lain Idul Adha yakni Idul Kurban.
Disebut Idul Kurban karena di dalamnya ada ritual yg mendekatkan hamba kepada Tuhan. Dalam perkembangan berikutnya identik dengan penyembelihan hewan kurban dlm rangka taqarrub kepada Allah SWT.
Pernyataan di atas disampaikan Dekan Fakultas Ushuluddin IIQ Jakarta, KH Ulinnuha Husnan saat menjadi khotib Idul Adha 1445 H di Masjid Al-Munawaroh Ciganjur, Jakarta Selatan. Kiai Ulin juga menegaskan bahwa kurban merupakan syariat tertua.
“Kurban adalah syariat tertua dalam sejarah manusia. Dari Nabi Adam A.S. yang diminta berkurban dengan Qabil dan Habil.” ujarnya.
Sekretaris Umum PP JQH NU ini juga menjelaskan, kurban tetap dilestarikan secara turun temurun dalam ajaran agama-agama.
“Praktek ibadah kurban terus dilestarikan dari agama ke agama dan waktu ke waktu.
Kemudian saat Nabi Ibrahim A.S. juga diminta oleh Allah untuk mempersembahkan Nabi Ismail A.S.”
Ulinnuha kemudian mengungkapkan bahwa ibadah kurban sangat penting karena mengekspresikan 3 kesalehan sekaligus.
“Ibadah kurban tercermin dalam 3 aspek sekaligus,” tuturnya.


















