Atlet Mixed Martial Arts (MMA), Alex Pereira (Foto: Ist)
JAKARTA, (ERAKINI) - Nama Alex Pereira kini semakin bersinar di dunia Mixed Martial Arts (MMA) setelah merebut gelar juara dunia kelas menengah Ultimate Fighting Championship (UFC). Petarung asal Brasil ini mengalahkan Israel Adesanya dengan kemenangan TKO di UFC 281, yang digelar di Madison Square Garden, New York, AS, pada 13 November 2022.
Namun, di balik ketenarannya sebagai salah satu petarung terbaik, tak banyak yang tahu bahwa Alex Pereira adalah seorang mualaf. Ia dilaporkan masuk Islam pada tahun 2015, sebagaimana diumumkan oleh Sheikh Khalid Taqi Al-Din, Ketua Dewan Tertinggi Imam dan Urusan Islam di Brasil.
Dalam dunia MMA, nama Khabib Nurmagomedov kerap dikaitkan dengan identitas sebagai pemeluk Islam yang taat. Namun, Pereira menjadi salah satu dari sedikit petarung non-Muslim yang memilih untuk memeluk agama Islam dan menjalani keyakinannya dengan teguh.
“Dalam mencari kedamaian batin, kepuasan, dan karakter yang sempurna dan setelah membaca dengan seksama tentang Islam, Pereira, bintang kickboxing pertama di Amerika Latin dan Brasil dan yang keenam di dunia, telah menemukan tujuannya”, kata Sheikh Taqi Al-Din kepada International Islamic News Agency (IINA) dikutip, Sabtu (22/3/2025).
Kisah mualafnya Alex yang lahir dan besar di Brasil jelas bukan hal yang biasa di negara yang dikenal sebagai negeri sepak bola itu. Maklum saja, hampir 90% warga negara itu beragama Kristen. Seperti kebanyakan orang Brasil lainnya, dia lahir di keluarga Kristen. Pada usia 12 tahun, Alex putus sekolah menengah dan lebih memilih untuk bekerja di bengkel.
Nahasnya, lingkungan yang buruk dan pengaruh teman membuat pria berusia 37 tahun itu menjadi pecandu alkohol di usia muda.
Berawal dari keinginan untuk lepas dari kecanduan alkohol, pria kelahiran 7 Juli 1987 lantas mencoba mengisi waktunya dengan berbagai kegiatan. Salah satunya dengan berlatih kickboxing. Kerja keras dan bakat Pereira membuatnya menjadi petarung hebat dengan fisik yang kuat.
Meski begitu, ia merasa jiwanya lemah dan kosong. Perjalanannya untuk mengisi kekosongan jiwanya berakhir ketika bertemu Islam. Pada tahun 2015, Alex Pereira mulai mengenal Islam dari temannya bernama Hamza Laila.
Berbagai cara ia lakukan untuk mengenal Islam, mulai dari membaca buku tentang Islam hingga menemui Federasi Muslim Brasil. “Yang dia cari adalah kekuatan spiritual dan psikologis untuk mengisi kekosongan batin yang dia rasakan,” ujar Syeikh Khaled Taqi Al-Din, Imam Dewan Tinggi Federasi Muslim Brasil. Menurut Syeikh Khaled, tidak lama setelah itu Pereira akhirnya memutuskan untuk menjadi mualaf.
Cerita lain tentang Pereira juga menyebutkan bahwa sebelum masuk Islam, petarung berjuluk ‘Tangan Batu’ itu kerap membaca buku tentang Islam yang diberikan teman bernama Hamzah.
Ketertarikannya dengan Islam juga ia tunjukkan dengan beberapa kali mengunjungi Federasi Asosiasi Muslim Brasil (FAMBRAS) untuk bertemu para ulama yang menjelaskan kepadanya prinsip-prinsip Islam.
“Saat itulah dia memutuskan untuk mengunjungi (FAMBRAS) Federation of Muslim Associations di Brazil untuk belajar lebih banyak tentang pesan Islam yang sebenarnya, peradabannya dan panduannya untuk kemanusiaan”, kata Alex dalam pernyataannya kepada agensi tersebut. "Akibatnya, dia memutuskan untuk masuk Islam, ”kata Taqi Al-Din menambahkan.
Kantor FAMBRAS menjadi saksi bisu keputusan Alex mengucapkan Syahadat “Asyhadu ana la ilaha illa Allah wa ashahdu anna Muhammadun rasulu Allah (Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah; aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah).
Sheikh Khalid mengaku cukup senang atas keputusan mualafnya Alex. Secara tidak langsung, kisah mualafnya Alex menurut Khalid juga berkaitan dengan program lembaganya selama ini untuk mengkampanyekan sebuah proyek baru, yang dijuluki “Muslim untuk Perdamaian”. Dalam program ini pihaknya berusaha mendekatkan dunia olahraga dengan Islam.
“Kampanye ini tidak menjadi halangan untuk mengakrabkan masyarakat dengan Islam. Sebaliknya, mereka mendorong lebih banyak orang untuk belajar tentang Islam dan masuk Islam,” tambahnya.
Alexsandro Pereira umumnya dikenal sebagai Alex Pereira atau terkadang Alex Sandro berkompetisi di divisi kelas menengah. Dia beralih ke kickboxing setelah melepaskan karier sebagai petinju.
Pereira menjadi terkenal ketika dia menjadi juara WAKO Pro Panamerican pada tahun 2013. Dia telah berkompetisi dalam promosi seperti SUPERKOMBAT Fighting Championship, It's Showtime, Jungle Fight dan WGP Kickboxing, dan menandatangani kontrak dengan Glory pada tahun 2014. Pada 22 Juni 2014, Pereira menduduki peringkat kelas menengah #5 di dunia oleh GLORY, dan #6 oleh LiverKick.com.
Di olahraga kickboxing, Pereira meraih gelar juara kelas menengah Glory dan berhasil mempertahankan gelar itu 4 kali berturut-turut. Dia menjadi kickboxer pertama dan satu-satunya yang memegang dua gelar Glory secara bersamaan, yakni gelar kelas menengah dan kelas berat ringan.
Di tahun 2015 juga, petarung berjuluk ‘Poatan’ atau ‘Tangan Batu’ itu mencoba seni bela diri campuran MMA dan tampil pada Jungle Fight 82. Sayangnya, dia harus kalah dalam pertandingan tersebut.
Pengalamannya kalah di pertandingan pertama MMA tidak membuatnya patah semangat. Sambil mempertahankan gelar juara dunia kickboxingnya, dia terus berlatih MMA.
Pada pertandingan UFC perdananya yang digelar pada 5 November 2021, Pereira berhasil membungkam Andreas Michailidis yang jadi lawannya. Sejak saat itu, kemenangan demi kemenangan terus diraih Pereira.
Bruno Silva dan Sean Strickland menjadi dua petarung yang kalah akibat gempuran serangan ‘Tangan Batu’ Pereira. Puncaknya, Alex Pereira berhasil mengalahkan Israel Adesanya pada ronde kelima dengan TKO dan merebut gelar juara Kelas Menengah UFC.