Berikut Keutamaan Salat Dhuha Bagi yang Rutin Melakukannya
Abdul Rahman Ahdori
Salat Dhuha adalah salah satu salat sunnah fajar yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam, dan merupakan ibadah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW. Salat ini dilaksanakan di waktu pagi, setelah terbitnya matahari hingga menjelang waktu zuhur. Meskipun termasuk salat sunnah, Salat Dhuha memiliki banyak keutamaan bagi yang melaksanakannya.
Setiap umat Islam diperbolehkan untuk melaksanakan Salat Dhuha, namun tidak diwajibkan. Bagi mereka yang melaksanakan, akan mendapatkan pahala yang luar biasa. Namun, bagi mereka yang tidak melaksanakan Salat Dhuha, tidak akan dikenakan dosa, dan tidak pula mendapatkan pahala.
Hal ini menunjukkan bahwa Shalat Dhuha adalah salat sunnah yang sangat dianjurkan, tetapi tidak mempengaruhi kewajiban ibadah lainnya. Bagi umat Islam, Salat Dhuha adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan memanfaatkan waktu pagi untuk beribadah dan memohon keberkahan dalam kehidupan.
Diantara keutamaan Salat Dhuha yaitu menjadi sedekah semua tulang umat Manusia, sebagaimana hadist berikut ini:
عَنْ أَبِى ذَرٍّ عَنِ النَّبِىِّ ﷺ أَنَّهُ قَالَ: يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ. فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى. (رواه مسلم)
Artinya, “Diriwayatkan dari Abu Dzar radliyallahu ‘anh, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: ‘Ada sedekah (yang hendaknya dilakukan) atas seluruh tulang salah seorang dari kalian. Karena itu setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan dua rakaat shalat Dhuha mencukupi semuanya itu’,” (HR Muslim).


















