Ciri-ciri Doa yang Diterima Allah Menurut Islam
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Dalam tradisi Islam, doa menjadi jembatan halus antara hamba dan Tuhan, tempat setiap kegelisahan dititipkan dan setiap harapan dijaga. Namun, tidak sedikit umat Islam yang bertanya-tanya: bagaimana mengetahui bahwa doa yang dipanjatkan telah dikabulkan?
Sebuah kajian dalam Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam berjudul Doa dalam Al-Qur’an: Studi terhadap Doa-Doa Para Nabi karya Muhammad Haikal Aby, sebagaimana seperti dilansir pada Selasa (2/12/2025), mengulas secara mendalam ciri-ciri doa yang diterima Allah berdasarkan QS. Al-Baqarah ayat 186.
Ayat tersebut menjadi salah satu rujukan paling komprehensif tentang konsep doa, kedekatan Allah dengan hamba-Nya, serta syarat pengabulannya. Allah SWT berfirman:
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ ١٨٦
“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
Haikal Aby menjelaskan bahwa frasa dalam ayat tersebut mengandung tiga komponen penting yang menjadi dasar diterimanya doa:
1. Falyastajibuli (فَلْيَسْتَجِيْبُوْا) – Memenuhi panggilan Allah
Kata ini bermakna menjawab dan mematuhi. Para mufasir menekankan bahwa pengabulan doa memiliki hubungan timbal balik: siapa yang ingin doanya diijabah, hendaknya terlebih dahulu mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Ketaatan menjadi fondasi hubungan hamba dengan Tuhan.
2. Walyu’minu bi (يِباوُنِمْؤُيْلَو) – Beriman kepada Allah
Iman yang dimaksud bukan sekadar pengakuan verbal, melainkan keyakinan yang meresap dalam jiwa. Ini mencakup:
- Tauhid yang murni


















