Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal di Makkah
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Umat Islam memperingati Maulid Nabi agung Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal 1448 H atau bertepatan dengan Selasa (25/8/2026). Di momen ini, umat Islam diingatkan dengan peristiwa bersejarah yang menandai berakhirnya kekufuran sebagian umat di dunia.
Kehadiran Nabi Muhammad merupakan rahmat bagi alam semesta. Risalah yang dibawanya membuat manusia keluar dari gelapnya kemusyrikan menuju cahaya iman. Dalam tempo dakwah yang relatif singkat, ajarannya melampaui capaian nabi-nabi sebelumnya.
Dikisahkan, bahkan Nabi Musa AS pernah memohon kepada Allah agar dijadikan bagian dari umat Muhammad setelah mendengar sifat dan kemuliaannya.
Kisah Aminah dan Kabar Malaikat
Imam Ibnu Hisyam dalam al-Sirah al-Nabawiyyah mengutip kisah Sayyidah Aminah binti Wahab, ibunda Nabi.
أَنَّ آمِنَةَ بِنْتَ وَهْبٍ أُمَّ رَسُولِ اللَّهِ كَانَتْ تُحَدِّثُ: أَنَّهَا أُتِيَتْ، حِينَ حَمَلَتْ بِرَسُولِ اللَّهِ فَقِيلَ لَهَا: إنَّكِ قَدْ حَمَلْتِ بِسَيِّدِ هَذِهِ الْأُمَّةِ، فَإِذَا وَقَعَ إلَى الْأَرْضِ فَقُولِي: أُعِيذُهُ بِالْوَاحِدِ، مِنْ شَرِّ كُلِّ حَاسِدٍ، ثُمَّ سَمِّيهِ مُحَمَّدًا.
Dalam riwayat itu, Aminah dikabarkan mendapat pesan dari malaikat bahwa ia mengandung pemimpin umat. Bayi itu kelak diminta diberi nama “Muhammad”.
Nama yang Tidak Lazim
Nama Muhammad saat itu jarang digunakan di kalangan Arab. Abdul Muttalib, kakek Nabi, bahkan ditanya alasannya memilih nama yang tak dikenal dalam garis keturunannya.
كَيْفَ سَمَّيْتَ بِاسْمٍ لَيْسَ لِأَحَدٍ مِنْ آبَائِكَ وَقَوْمِكَ؟ فَقَالَ: إِنِّي لَأَرْجُو أَنْ يَحْمَدَهُ أَهْلُ الْأَرْضِ كُلُّهُمْ


















