Rahasia di Balik Kelahiran Nabi Muhammad pada Rabiul Awal
Abdul Rahman Ahdori
Beberapa hari lagi umat Islam akan memasuki bulan Rabiul Awal 1446 H. Pada bulan tersebut, terdapat beberapa peristiwa penting diantaranya yaitu kelahiran Nabi Muhammad saw.
Sebagai Muslim, percaya kepada nabi dan rasul Allah merupakan bagian dari rukun Islam. Karena itu, para ulama menganjurkan agar momentum kelahiran Nabi Muhammad saw dapat dijadikan sebagai refleksi untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah swt.
Lebih lanjut, kelahiran nabi Muhammad saw di bulan Rabiul Awal mengandung banyak rahasia. Dilansir dari NU Online, Sayyid Muhammad ibn Alawi Al Maliki, dalam kitabnya adz-Dzakhâir al-Muhammadiyyah (Daru Jawami'il Kalim, Kairo, 42), menyebutkan:
وإنما كان مولده في شهر ربيع على الصحيح ولم يكن في المحرم، ولا في رجب، ولا في رمضان، ولا غيرها من الأشهر ذوات الشرف، لأنه عليه الصلاة والسلام لا يتشرف بالزمان، وإنما يتشرف الزمان به، وكذلك المكان، فلو ولد في شهر من الشهور المذكورة، لتُوُهِّمَ أنه تشرف به، فجعل الله تعالى مولده عليه السلام في غيرها ليظهر عنايته به وكرامته عليه
Artinya: “Sesungguhnya kelahiran Nabi Muhammad berada di bulan Rabi' (awal) menurut pendapat yang shahih. Bukan di bulan Muharram, Rajab, Ramadhan dan lain sebagainya dari bulan-bulan yang mulia. Karena Nabi Muhammad tidak mulia karena sebab masa atau waktu. Namun waktu-lah yang menjadi mulia sebab Nabi Muhammad lahir. Begitu pula tentang (kemuliaan) tempat. Jika Nabi dilahirkan di bulan-bulan (mulia) tersebut, bisa jadi akan menimbulkan persepsi, Nabi mulia gara-gara lahir di bulan mulia. Maka, Allah menciptakan kelahiran Baginda Nabi di bulan lain yang justru memberi pertolongan dan kemuliaan di bulan lain itu sendiri.”
















