Kisah Ummu Aiman, Ibu Kedua Nabi Muhammad yang Dijamin Masuk Surga
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Nama Ummu Aiman mungkin tidak setenar para tokoh besar lain di masa Rasulullah. Namun, perempuan yang disebut Nabi Muhammad sebagai 'ibu setelah ibu kandungnya' ini memiliki peran penting dalam perjalanan hidup Rasulullah sejak kecil hingga dewasa, bahkan pada masa-masa awal perjuangan Islam.
Ummu Aiman, yang bernama lengkap Barokah binti Tsalabah bin Amr bin Hishn Al-Habasyiah, berasal dari Habasyah atau Abisinia (kini Etiopia). Dia merupakan hamba sahaya milik Abdullah bin Abdul Muttalib, ayah Nabi Muhammad. Sejak wafatnya Aminah, ibu Nabi, Ummu Aiman menjadi sosok yang merawat dan mengasuh Muhammad kecil hingga tumbuh dewasa.
Dalam buku Meneladani Akhlak Rasul dan Para Sahabat karya A Fatih Suhud yang dikutip pada Minggu (16/11/2025), disebutkan bahwa Rasulullah pernah menyebutnya sebagai ibu kedua. “Ummu Aiman adalah ibuku setelah ibuku,” sabda Nabi dalam riwayat Al-Isti'ab (4/1794).
Setelah Nabi menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, Ummu Aiman dibebaskan dari status sebagai hamba sahaya. Rasulullah kemudian menikahkannya dengan Ubaid bin Al-Haris Al-Khazraji. Dari pernikahan ini lahir seorang putra bernama Aiman, yang kemudian menjadi pangkal kuniyah (julukan) Ummu Aiman.
Usai wafatnya Ubaid, Nabi memberi penegasan khusus tentang kemuliaan perempuan ini.


















