Tanah Suci yang Sebenarnya
Abdul Rahman Ahdori
Masyarakat Muslim Indonesia yang akan berangkat haji ke Makkah kerap kali mendapat pesan khusus yang datang dari keluarga, guru, teman hingga tetangga dekat. “Awas ya di sana jangan ngomong sembarangan,” begitu kira-kira pesan yang diterima setiap orang yang akan mengunjungi Tanah Suci.
Namun demikian, banyaknya pesan serupa yang dilontarkan nyatanya membuat sejumlah orang merasa penasaran. Tidak terkecuali kami yang kini mengemban amanah sebagai tim Media Center Haji (MCH) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI.
Karena teringat pesan tersebut, pada saat menginjakkan kaki di Jeddah 22 April 2026 lalu, kami yang tergabung di tim MCH saling berusaha menjaga sikap dan tutur kata. Tujuannya, tidak lain agar apa yang diceritakan orang-orang terkait kesakralan Tanah Haram tersebut tidak menimpa kami.
Kehilangan Barang Berharga
Manusia memang tempatnya salah dan khilaf. Usai umrah wajib selesai ditunaikan, setiap orang bebas dari larangan ihram, antara lain bebas dari larangan memakai pakaian berjahit, berkata kasar, berdebat hingga memotong kuku.
Pada saat yang sama, hubungan perkawanan kami di tim MCH mulai terlihat akrab, beberapa di antaranya telah menunjukkan ‘setelan pabriknya’. Sampai pada kondisi di mana obrolan sempat menyerempet ke pembicaraan yang sedikit kasar.
“Astagfirullah, astagfirullah,” kata Akmal tim MCH dari Media Indonesia, ketika keceplosan berkata kasar.
Di tengah obrolan itu, beberapa anggota tim MCH sempat mengalami momen di mana apa yang dia ucapkan benar-benar terjadi.
Citro misalnya, Kepala Biro Kantor Berita Antara Provinsi Lampung ini sempat menyepelekan saat diingatkan perihal barang bawaan yang kami yakini sangat berharga sebagai modal melaksanakan tugas.
Dengan penuh percaya diri, ia yakin bisa menjaga barangnya dengan baik. Namun, tak lama kemudian, barang miliknya berupa Gimbal Handphone, hilang entah ke mana.
“Astagfirullah, apa karena menyepelekan ya,” ujarnya kepada tim MCH yang lain.
Usai mengucapkan “Astagfirullah” satu hari kemudian, barang tersebut kembali. “Alhamdulillah sudah ketemu, ternyata ada di kamar,” tutur pria yang sempat menjadi warga Batam, Kepulauan Riau ini.
Kasus lainnya, saat kartu nusuk tim MCH dinyatakan invalid oleh Askar–pihak keamanan Arab Saudi. Tim penghubung Syarikah dan Kemenhaj, Abu Bakar As Siddiq pun mengurusnya hingga dinyatakan valid.
Kemudian, setelah Kartu Nusuk dirasa aman. Beberapa tim MCH yang sempat ‘ditahan’ seakan menantang supaya kembali diperiksa Askar.


















