Makna Pahlawan dalam Pandangan Islam
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Setiap 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan Nasional untuk mengenang perjuangan rakyat mempertahankan kemerdekaan pada 10 November 1945 di Surabaya, Jawa Timur. Momen ini menjadi pengingat jasa para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.
Pemerintah Indonesia telah menetapkan sejumlah tokoh penting sebagai pahlawan nasional, berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mantan presiden, ulama, hingga aktivis, yang dinilai memiliki kontribusi besar bagi kemajuan bangsa.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pahlawan diartikan sebagai orang yang berjuang dengan gagah berani dalam membela kebenaran. Secara etimologis, istilah pahlawan juga sering dihubungkan dengan kata “pahala”, bermakna orang yang layak memperoleh pahala karena jasa-jasanya dalam menegakkan kebenaran.
Lalu bagaimana dalam pandangan Islam?
Melansir artikel yang ditulis HM Zainudin dalam laman resmi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Jumat (8/11/2025), menjelaskan bahwa dalam pandangan Islam, pahlawan adalah seorang muslim yang berjuang menegakkan kebenaran (al-haq) demi memperoleh ridha Allah semata. Menurut dia, kredo perjuangannya berlandaskan pada prinsip limardhatillah wa li i’lai kalimatillah hiya l-‘ulya.
“Kata kunci dari konsep ini adalah kebenaran (al-haq) dan keridhaan Allah Swt,” tulis HM Zainudin dalam artikel itu.


















